Mahasiswa AIESEC Explore Wisata Belitung Dan Belitung Timur

MANGGAR – 10 Mahasiswa AIESEC yang sedang melakukan kegiatan kunjungan ke pulau Belitung dan Belitung Timur dalam rangka pembuatan video promosi sejak tanggal 23-26 Augustus ini berkunjung ke beberapa tempat yang sudah terjadwal. Kabid Pengembangan dan Pemberdayaan Pemuda Dispora prov Babel Ferdiyan Hermawan Loebis memimpin para pemuda dan pemudi tersebut untuk melakukan ekspedisi berbagai spot wisata di belitung dan belitung timur.

Di hari pertama, para mahasiswa tersebut diajak menuju tanjung kelayang, yang dilanjutkan dengan bermain-main dipulau pasir yang menuju ke arah pulau lengkuas untuk melihat mercu suar sebagai salah satu top icon di bangka belitung.

Sesampainya para rombongan di pulau lengkuas, tampak salah satu mahasiswa AIESEC Jessica dari China sedang berinteraksi dengan masyarakat setempat, dan mencoba untuk mempraktekan bahasa Indonesia yang telah Ia pelajari dari para mahasiswa UBB.

Kegiatan tersebut menjadi semakin menarik dengan melakukan snorkeling di dekat pulau lengkuas. Para mahasiswa tersebut sangat bersemangat untuk menikmati air yang jernih, dan tak segan-segan salah satu peserta yang pandai berenang langsung melompat ke air saat melihat sekawanan Ikan. Melihat hal tersebut, para peserta lain juga ikut menyusul untuk melakukan snorkeling.

“Disini seperti surga, aku tidak pernah menyangka ada tempat seperti ini,” tutur Miriam dengan semangat.

Setelah puas menikmati indahnya pulau lengkuas, mereka pun kembali ke pantai tanjung tinggi untuk melihat matahari terbenam dan mengambil beberapa adegan untuk video promosi.

Keesokan harinya, rombongan mahasiswa AIESEC ini mengunjungi tempat wisata Batu Mentas untuk melihat Tarsius Bancanicus, dan juga mempelajari cara hidup hewan khas yang ada di Babel tersebut. Para peserta tampak sangat tertarik mendengarkan dengan seksama penjelasan dari tour guide.

Dalam penjelasan tour guide tersebut, Tarsius yang ada di Bangka ini berbeda perilakunya dengan yang ada di Sulawesi, dimana tarsius di Bangka Belitung ini tidak hidup berkelompok, dan juga tidak mengeluarkan suara (berisik). Jangka waktu hewan unik ini berkisar antara 7 hingga 9 tahun, dengan kemampuan berkembang biak hanya 2 kali dalam setahun.

Tarsius Bancanicus ini merupakan hewan yang dalam kategori dilindungi. Hewan tersebut merupakan hewan yang monogamus, yaitu apabila pasangan nya mati, maka hewan tersebut tidak akan mencari pasangan lainnya.

Dalam tempat wisata Batu Mentas yang merupakan perbatasan menuju belitung timur ini, selain ada tempat penelitian Tarsius, juga ada tempat wisata air seperti river snorkeling, dimana dengan membayar sebesar Rp. 50.000 maka pengunjung dapat melakukan snorkeling selama kurang lebih 1 jam ini di sungai jernih yang dibayangi oleh hutan tropis yang indah, dan melalui batu-batu granit raksasa beserta pasir putih dapat melihat sekumpulan ikan, kepiting kecil, dan udang. Aktivitas ini juga ditambah dengan 15 menit tracking hutan eksotis.(K5)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
khalimo
Fotografer: 
Khalimo