Manggar Tuan Rumah MTQ Belitung Timur

MANGGAR - – Sebanyak 217 orang, Qori, Qoriah, official dan pendamping dari tujuh kecamatan di Kabupaten Belitung Timur mengikuti Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kabupaten Beltim.

Tahun ini, giliran Kecamatan Manggar yang menjadi tuan rumah. Kegiatan MTQ dipusatkan di Mesjid Assalam I Desa Baru Kecamatan Manggar.

MTQ ke 27 dibuka oleh Bupati Beltim, Yuslih Ihza. Pembukaan ditandai dengan pemasangan jubah Ketua Dewan Hakim, Imam Syafei yang diikuti oleh 18 anggota dewan hakim lainnya.

Sebelum dibuka, para kalifah kecamatan, panitia, kelompok masyarakat dan dinas instansi. Pawai dimulai dari Halaman SD Negeri 4 Manggar menuju ke arena utama yang berjarak kurang lebih 500 meter.

Ajang dua tahun sekali ini akan digelar selama empat hari dari Senin (2/4) hingga Kamis (5/4). Perlombaan dilaksanakan mulai sore hari seusai Sholat Ashar hingga malam hari.

Ketua Panitia Kegiatan MTQ tahun 2018 Kabupaten Beltim, Sarjana mengatakan ada tujuh cabang yang akan dilombakan. Cabang-cabang itu diantaranya, Tilawah Al Qur’an, Hifzil – Qur’an, Tartil Al Qur’an, Fahmi-Qur’an, Syahril –Qur’an, Khotil – Qur’an, dan Qiroat Al Mujawwad Qur’an.

“Seluruh lomba dilaksanakan di Mesjid Assalam. Setiap Kafilah kita siapkan tempat penginapan di rumah warga, untuk konsumsi juga kita tanggung,” kata Sarjana.

Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Setda Beltim itu mengungkapkan jika di tahun-tahun sebelumnya tiap kafilah kecamatan hanya mengirimakan satu regu untuk Lomba Fahmi dan Syahril Qur’an. Namun tahun ini dua cabang lomba tersebut mewajibkan kecamatan mengirim regu putra dan putri.

“Dulunya kan dicampur, tahun ini kita bikin Putra-Putri. Kita juga menambah jumlah kuota kafilah, biasanya tiap kecamatan maksimal 30 orang, tahun ini jadi 35 orang,” ungkap Sarjana.

 

Dalam pidato sambutan Pembukaan kegiatan MTQ 2018 di Kabupaten Beltim, Bupati Beltim, Yuslih Ihza mengatakan lantunan kalam ilahni yang menggema selama pelaksanaan MTQ diyakini mampu menciptakan nuansa religius serta menghadirkan suasana yang memberi kesejukan batin bagi masyarakat.

“MTQ dapat menjadi forum silaturahmi yang mengandung nilai-nilai positif dalam memperkuat rasa persaudaraan dan ikatan kebersamaan. Adanya MTQ dapat mempertemukan masyarakat dari setiap kecamatan sebagai sesama muslim,” ujar Yuslih.

Bupati meminta agar pelaksanaan MTQ tidak hanya larut dalam seremonial semata. Apalagi menurutnya saat ini terjadi pergeseran moral di seluruh dimensi kehidupan.

“Kegiatan ini mesti jadi spirit Al-Qur’an sebagai pegangan utama dalam menjalankan sehari-hari. Jadikan MTQ sebagai wahana mendekatkan masyarakat terhadap Al Quran,” kata Yuslih.

Mantan Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung itu menilai kesuksesan MTQ bukan dari banyaknya peserta yang ikut lomba. Namun dari implikasinya dalam kehidupan sehari-hari dan perubahan gaya hidup Islami masyarakat Beltim.

“Masyarakat Beltim hendaknya mampu memahami dan mengamalkan Al Quran dengan sesungguhnya. Sesungguhnya hampir seluruh ilmu di dunia ini ada dalam Al Qur’an,” ungkapnya.

Yuslih berjanji akan memberikan hadiah khusus bagi para Qori dan Qoriah yang berhasil menjadi pemenang. Tujuannya agar mereka menjadi lebih semangat mengingat setelah ini mereka akan mengikuti Kegiatan MTQ di Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung.

“Tetap adalah hadiahnya, cuman saya mesti pikir-pikir dulu apa bagusnya. Tujuannya biar mereka dan kawan-kawannya termotovasi,” ucapnya di hadapan wartawan.

Rencananya pemenang MTQ tingkat Kabupaten Beltim akan diberangkatkan ke ajang MTQ Tingkat Provinsi Babel yang akan berlangsung pada 1 – 5 Mei 2018 di Pangkalpinang.

 

 

 

 

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Fauzi (Pranata Humas Kominfo Beltim)
Fotografer: 
Kominfo Belitung Timur
Editor: 
Irwanto