Masyarakat Harus Berperan dalam Mendukung MEA

PANGKALPINANG - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan Silahturahmi Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Industri Kecil dan Menengah (IKM) se-Pulau Bangka dengan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Gedung Mahligai Serumpun Sebalai, Kamis (13/07/2017).

Setidaknya sebanyak 300 orang pelaku UMKM dan IKM hadir dalam Silahturahmi dengan Ibu Melati Erzaldi selaku Ketua Dekranasda sekaligus Ketua Persatuan PKK ini. Kepala Dinas Perdagangan, Industri dan Koperasi Kepulauan Bangka Belitung, Muhammad Yulisman saat sambutannya mewakili Gubernur menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi tinggi atas kehadiran masyarakat yang lebih dari 90% undangan hadir. Menurutnya, silahturahmi ini diadakan di dua pulau yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung di Bulan Agustus Mendatang.

Yulisman menyampaikan rasa bangganya kepada para pelaku usaha dan industri kecil dan menengah, tentu saja usaha ini turut serta membangun perekonomian Kepulauan Bangka Belitung.

Menurutnya, usaha ini sangat mendukung kesiapan kita menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Seperti yang kita ketahui, MEA di Babel telah berjalan sejak Tahun 2015 lalu.

“ini merupakan peluang besar, sebab peluang investasi dan modal akan mengalir deras dari seluruh wilayah ASEAN ke Indonesia dan tentunya Babel,” ungkapnya.

Selain itu, Babel memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan diandalkan guna mendukung percepatan pertumbuhan perekonomian, tentunya mampu bersaing dalam MEA. Potensi ini diantaranya, bidang pertimahan, perikanan, perkebunan, wisata, industri, Kuliner dan kerajinan.

“Dengan hadirnya ajang MEA ini, Babel berpeluang memanfaatkan keunggulannya dalam skala ekonomi dalam negeri sebagai basis memperoleh keuntungan,” ungkapnya.

“Kita semua harus kompak dan saling mendukung dalam menjalankan MEA ini,” tambah Yulisman.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menegaskan bahwa pertemuan ini bukan hanya untuk silahturahmi saja, tetapi juga untuk menyamakan frekuensi berfikir tentang kebijakan Pemerintah pada Pariwisata. Sebab menurutnya, tanpa melibatkan UMKM dan IKM maka tidak terlalu memberikan manfaat bagi masyarakat kecil, hanya pelaku-pelaku usaha besar saja yang merasakan.

“Pelaku UMKM dan IKM harus bisa mengembangkan produknya untuk mendukung pariwisata,” ungkap Erzaldi.

Ibu Melati juga sempat menghimbau para pelaku UMKM dan IKM harus terus memperbaiki kwalitas produk, mulai dari kemasan hingga kwalitas isi untuk mendukung pemasaran produknya.

”Kemasan tidak hanya menambah menarik tampilan tetapi juga menentukan jaminan kesehatan dan kwalitas produk didalamnya,” jelasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
nonadp
Fotografer: 
nonadp