Melati Erzaldi Ingin Tingkatkan Kualitas Produk Kerajinan, Begini Caranya

PANGKALPINANG -- Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus berupaya meningkatkan kualitas produk pengrajin, baik kerajinan tenun cual hingga produk kerajinan tembikar. Diharapkan meningkatnya kualitas produk, berdampak terhadap peningkatan nilai jual dan kesejahteraan masyarakat pengrajin.

Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Melati Erzaldi mengharapkan, agar pengrajin di Desa Nyuruk terus melakukan inovasi pengembangan produk. Upaya yang akan dilakukan Dekranasda untuk pengembangan ini, dengan memberikan pembinaan berupa pelatihan.

"Pengrajin harus terus berupaya mengembangkan produk. Sehingga ketika melakukan finishing produk bisa lebih bagus lagi," saran Ketua Dekranasda Melati Erzaldi di Desa Nyuruk, Dendang, Kabupaten Belitung Timur, Senin (5/11/2018).

Beberapa tempat pengrajin dikunjungi Ketua Dekranasda Melati Erzaldi kali ini. Sejumlah tempat tersebut di antaranya, pengrajin tembikar serta pengrajin cual. Saat kunjungan ini, sempat diperhatikan koleksi batik daun simpor emas. Koleksi ini telah 150 tahun disimpan keluarga bapak Dr Hendro.

Jika mengikuti pembinaan dan pelatihan, kata Melati Erzaldi, ke depan produk kerajinan yang dihasilkan pengrajin tentunya akan lebih baik dari produk-produk sebelumnya. Pasalnya kualitas menjadi perhatian konsumen dalam membeli produk kerajinan. Tak hanya itu, pengrajin juga harus bisa membuat variasi produk.

"Variasi dibuat diberbagai produk kerajinan. Ini merupakan suatu langkah meningkatkan kualitas produk pengrajin di Bangka Belitung," saran Ketua Dekranasda Melati Erzaldi.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Sudarman. Menurutnya, produk masyarakat pengrajin sudah banyak dilirik konsumen dari berbagai kalangan. Ke depan perlu dilakukan yakni, menginformasikan tempat-tempat kerajinan ini.

Kunjungan dari Dekranasda Bangka Belitung merupakan upaya meningkatkan produksi kerajinan. Kadiskominfo Sudarman menjelaskan, publikasi bertujuan agar pruduk pengrajin lebih dikenal masyarakat luas serta mendapatkan tempat di pasar lokal, nasional hingga internasional.

"Sekarang masyarakat membuat produk kerajinan hanya sebagai pekerjaan sambilan. Namun setelah produk ini mendapat tempat di pasaran, maka membuat kerajinan bisa ditekuni secara serius," kata Kadiskominfo Sudarman.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari
Fotografer: 
Istimewa