Mempunyai Rasa Lebih Pedas, Muntok White Pepper Terkenal di Pasaran Internasional

BOGOR - Sekarang tak lagi susah mempromosikan hasil produksi perkebunan lada di Bangka Belitung. Pasalnya pasaran internasional sudah mengenal Muntok White Pepper sejak dulu. Kenapa? Karena rasa lada Bangka Belitung mempunyai rasa pedas yang khas.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengatakan, komoditas lada putih dari Indonesia untuk pasar internasional sudah terkenal sejak dulu, yaitu lada putih Bangka. Untuk di tingkat pasar internasional lebih dikenal dengan sebutan Muntok White Pepper.

“Muntok White Pepper menjadi brand image yang terkenal di perdagangan karena cita rasanya yang khas dengan rasa lebih pedas,” kata Gubernur saat menyampaikan kuliah umum di Institute Pertanian Bogor, Kamis (15/2/2018).

Tak hanya itu, jelasnya, Bangka Belitung dikenal pemain rempah dunia karena merupakan salah satu daerah di Indonesia sebagai penghasil dan pengekspor utama komoditi lada putih di Indonesia. Hal ini dikarenakan sejak dulu masyarakat sudah bercocok tanam lada.

Lada sudah ditanam secara turun temurun. Hasil perkebunan lada sempat mencapai massa jayanya di tahun 90 an. Selain hasil produksi lada yang meningkat, harga jual lada ketika itu juga sangat baik, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Beberapa kelebihan lada Bangka Belitung lainnya yakni, hasil panen lada Bangka tidak mengandung bahan kimia dan bebas pestisida. Kenyataan ini membuat ketertarikan pemain rempah dunia, sebab lada Bangka Belitung juga mempunyai spesifik aroma yang menjadi trade mark lada putih dunia.

Jika melalui pengolahan, lada Bangka Belitung mengandung piperine contennya dan volatile oilnya tinggi. Lada salah satu komoditas subsektor perkebunan potensial yang telah memberikan kontribusi nyata sebagai bahan devisa.

“Pertanian lada di Bangka Belitung membantu penyerapan tenaga kerja. Komoditi ini merupaka bahan baku industri, sehingga berpengaruh besar terhadap pendapatan petani di Bangka Belitung,” paparnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari/TKG