Menapak Tinggalkan Tambang Menyambut Wisatawan

Kendati komoditi hasil pertambangan timah masih memberikan pengaruh besar terhadap nilai ekspor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, namun sektor ini tak lagi menjadi primadona. Kini pemerintah mulai beralih mengembangkan potensi wisata alam, budaya, sejarah hingga wisata religi serta sektor perkebunan. Pergerakan pengembangan sektor pariwisata tak kalah menarik.

Rapat Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) telah menetapkan pembentukan KEK pariwisata di Tanjung Kelayang, Kabupaten Belitung. Pemerintah pusat pun mengelontorkan dana sekitar Rp18 triliun untuk pembangunan infrastruktur. Uniknya, progres pembangunan KEK pariwisata Tanjung Kelayang menjadi yang tercepat se Indonesia.

Hanya berselang waktu enam bulan setelah ditetapkan Presiden Maret lalu, sudah mulai terlihat geliat pembangunan di kawasan ini. Peletakan batu pertama pembangunan hotel dan homestay di Tanjung Kelayang secara langsung dilakukan Arief Yahya Menteri Pariwisata, Jumat (2/8/2016). Kawasan Tanjung Kelayang dinilai dapat bersaing dengan ne­gara tetangga seperti Thailand dan Malaysia.

Kemajuan sektor ini didukung rencana pengembangan Bandara Hanandjoeddin Belitung menjadi bandara internasional, penambahan daya listrik dan perbaikan sejumlah ruas jalan. Tak hanya itu, rencana diresmikan terminal baru Bandara Depati Amir, Kabupaten Bangka Tengah serta Jembatan Emas yang digadang-gadang menjadi ikon juga menjadi penggerak pengembangan sektor ini.

Penandatanganan MoU tentang kerja sama pemba­ngunan daerah antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di Hotel BW Suite, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Sabtu (22/10/2016) juga menjadi sinyal kemajuan pengembangan sektor pariwisata. Perjanjian kerja sama ini bermaksud mensinergikan dan percepatan perencanaan pembangunan jalan dan jembatan Sumatera - Bangka.

Untuk lengkapnya bisa mendowload di link berikut  http://www.babelprov.go.id/sites/default/files/dokumen/bank_data/Lipsus%20Infokus_HUT-16%20Babel.pdf

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Tim Babelprov
Fotografer: 
Tim Babelprov
Editor: 
Huzari I Adi Tri Saputra