Mendagri: Sumatera Penyokong Produk Domestik Bruto Nasional Tertinggi Setelah Jawa

Jambi - Mengangkat tema "Peningkatan Peran Swasta Dalam Pembangunan Regional Sumatera Dalam Kerangka Peningkatan Kontribusi Terhadap Ekonomi Nasional", Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR ) Basoeki Hadimoeljono, para Gubernur se-Sumatera serta perwakilan dari Kementerian BUMN dan Bappenas menghadiri acara Rapat Koordinasi Gubernur se- Sumatera Tahun 2017 bertempat di Swissbel Hotel, Jambi pada Senin (09/10/2017).

Pada awal acara, Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli menyampaikan ucapan terima kasih karena Provinsi Jambi ditunjuk sebagai tuan rumah Rakorgu se-Sumatera Tahun 2017. "Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, kami mengucapkan selamat datang di Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Semoga Rakorgub ini semakin memperkokoh NKRI, dan kesepakatan dengan 10 (sepuluh) provinsi se-Sumatera dapat mempercepat pembangunan di wilayah Sumatera. Kami menghaturkan terima kasih atas perhatian Bapak Presiden Joko Widodo atas program-program yang dijalankan di Pulau Sumatera," kata Zumi.

Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo mengungkapkan bahwa Sumatera merupakan wilayah yang menjadi penopang pembangunan ekonomi tertinggi nomor 2 (dua) setelah Pulau Jawa, dimana pada tahun 2016 Produk Domestik Bruto (PDB) Sumatera adalah 22,04%. Mendagri berharap pembangunan infrastruktur perhubungan dapat dipercepat supaya dapat mengurangi kesenjangan dengan Pulau Jawa.

"Bapak Presiden berharap di akhir 2018 pembangunan infrastruktur harus selesai, tujuannya untuk memastikan bahwa program jangka pendek dan menengah dapat tercapai. Mari kita semua dapat memastikan bahwa infrastruktur yang mendukung pembangunan ekonomi dan sosial di Sumatera dapat dilaksanakan lebih terperinci sekaligus dievaluasi secara komprehensif," ujar Mendagri.

Mendagri berharap supaya dapat menyelaraskan program dan kegiatan yang akan mendukung pembangunan di 10 (sepuluh) provinsi di Sumatera serta memperhatikan pemanfaatan sumber pendanaan supaya program kegiatan tersebut dapat berjalan secara efektif dan efisien. "Maka optimalkan Forum Musrenbang untuk merumuskan program yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, ekonomi dan sosial budaya untuk wilayah Sumatera," lanjut Mendagri.

Plt. Kepala Bappeda Litbang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Ir. Budiman Ginting mengungkapkan bahwa ketersediaan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM dan Ilmu Teknologi menjadi salah satu kesepakatan pada Rakorgub ini. "Kita yakin usulan program untuk Bangka Belitung masuk dalan Prioritas Skala Nasional untuk tahun 2018," ujar Budiman.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Toni Batubara berharap kepada Kementerian PUPR dapat memperhatikan dan memperbaiki irigasi sawah di Bangka Belitung, karena irigasi dengan luas diatas 3000 hektar menjadi kewenangan pusat. "Pasokan beras Bangka Belitung masih tergantung dari luar, karena Bangka Belitung baru dapat memproduksi 27% dari total kebutuhan. Oleh sebab itu bendungan irigasi Pice di Belitung Timur yang rusak akibat banjir dan irigasi di Pulau Bangka dapat diperbaiki supaya ada peningkatan produktivitas beras di Bangka Belitung," ungkap Toni.

Untuk tahun 2018, pelaksanaan Rakor Gubernur se-Sumatera akan diselenggarakan di Provinsi Sumatera Barat, dan secara simbolis pataka bendera kerjasama se-Sumatera diserahkan dari Wakil Gubernur Jambi kepada Wakil Gubernur Sumatera Barat.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Ahmad Fauzan Syahzian