Mensos RI Launching Program Sosial Unggulan Kabupaten Bangka

SUNGAILIAT - Menteri Sosial RI Khofifah Indar parawangsa, memberikan apresiasi yang cukup tinggi terhadap empat program yang diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka, yaitu Program Sedekah Rp 500 Sehari (Semari), Perburuan Orang Tua Hidup Sendiri  (Buratuhiri), Perburuan Anak Putus Sekolah (Bunatuslah), Rumah layak Huni dan Kembang Desa (Kemiskinan Bangka dengan Sistem Aplikasi).

"Dari keempat program yang dibuat oleh Kabupaten Bangka saya sangat tertarik dengan Perburuan Anak Putus Sekolah, kami punya data 4,1 juta anak yg mestinya usia sekolah tapi tidak ditemukan disekolah . Dengan kondisi itu harus diburu, dan selama dua tahun lebih baru di kabupaten Bangka ada program Perburuan Anak Putus Sekolah", ungkap Mensos RI saat melakukan launching 4 (empat) program unggulan di Riau Silip Kabupaten Bangka, pada Rabu (05/04/2017).

Selain itu Menteri Sosial juga meluncurkan Kartu Program Keluarga Harapan (PKH) Non Tunai yang bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia dimana Khofifah menerangkan, Penyaluran Bantuan Sosial PKH Nontunai sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo saat rapat terbatas pada 26 April 2016 lalu, tentang Keuangan Inklusif dimana setiap Bantuan Sosial dan Subsidi agar disalurkan secara Nontunai dan menggunakan sistem perbankan untuk memudahkan kontrol, pemantauan, dan memenuhi syarat penyaluran tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat jumlah.

Khofifah juga berharap Pemerintah Daerah dan perbankan bisa menggandeng Pendamping PKH dan Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) dalam mengedukasi masyarakat miskin, mengingat mereka adalah kepanjangantangan Kementerian Sosial RI di daerah.

Bupati Bangka Tarmizi Saat, mengakui bahwa  kementerian sosial telah banyak memberikan bantuan kepada masyarakat di Kabupaten Bangka baik ditahun 2016 maupun ditahun 2017.  Program Kemiskinan Bangka Dengan Sistem Aplikasi melalui anggaran Kemensos RI tahun 2017 untuk Kabupaten Bangka dialokasikan dana sebesar Rp 5.706.000.000.

Sedangkan untuk program lainnya di Kabupaten Bangka tahun 2017 yakni Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 1.256, Beras Sejahtera (Rastra) berjumlah 10.100 Kepala Keluarga (KK), Program Keluarga Harapan (PKH) Non Tunai berjumlah 1.673 KK dan PKH Tunai berjumlah 1.533 KK, Bantuan untuk lansia sebanyak 60 orang, Jaminan Sosial Penyandang Cacat Berat sebanyak 45 orang, dan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni sebanyak 80 Rumah.

Menteri Sosial RI melalui Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial, juga ikut memberikan bantuan berupa pengembangan sarana usaha melalui 3 unit mobil E-Warong Kube, dimana tujuannya sebagai tempat pemasaran produk-produk dan hasil usaha peserta PKH dan Rastra, serta menyediakan kebutuhan usaha dan kebutuhan pokok sehari-hari dengan harga murah kepada anggota KUBE, Rastra dan peserta PKH, serta menyediakan transaksi keuangan secara elektronik  baik untuk pencairan bantuan sosial pembelian dan pembayaran lainnya.

Menurut  Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Andi ZA Dulung, dengan adanya layanan E-Warong KUBE, PKH diharapkan secara signifikan mampu menekan harga sehingga lebih kompetitif dibandingkan dengan dipasaran tercatat sudah ada 280 E-Warung yang ada di daerah di Indonesia.

Menanggapi Hal tersebut Sekretaris Daerah Provinsi kepulauan Bangka Belitung Yan Megawandi, menjelaskan bahwa Provinsi Babel merupakan inflasi tertinggi di Indonesia yakni kota Tanjung Pandan Belitung. Sebagai gambaran di tahun 2014 terjadi inflasi 13,14 persen, diakhir tahun 2016 sebesar 6,75 persen, dari analisa kami yakni dari angka 6,75 persen itu jampir 2 persennya dipengaruhi oleh transportasi udara dan hampir 85 persen pasokan pangan didapatkan dari luar daerah, sehingga sangat berpengaruh pada cuaca, iklim transportasi dan kondisi pasar yang ada.  untuk itu melalui program yang diluncurkan oleh Kementerian Sosial RI dan Kabupaten Bangka, diharapkan dapat menjamin ketersedian barang melalui program E-Warong sehingga inflasi dapat ditekan.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Evani
Fotografer: 
Nona Dian Pratiwi