Mensos RI: Siskadasatu Hasilkan Data Penerima Bansos Yang Valid, Update dan Akurat

SUNGAILIAT - Pemerintah terus berupaya menghasilkan data yang valid, update dan akurat. Salah satunya melalui sistem informasi dan konfirmasi data sosial terpadu (siskadasatu). Data sosial yang akurat akan menghasilkan penerima program yang tepat sasaran. Sehingga tidak ada lagi penyalahgunaan program bantuan sosial atau tidak tepat sasaran.

"Siskadasatu merupakan sistem informasi dan konfirmasi data guna menghasilkan data yang akurat dan update secara realtime dan kontinue. UU Nomor 13 tahun 2011 memerintahkan proses verifikasi dan validasi data secara buttom up agar data penerima bantuan sosial dari program pemerintah melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) tepat sasaran," tegas Khofifah Indar Parawangsa saat membuka Rakor Sistem Informasi dan Konfirmasi Data Sosial Terpadu (Siskadasatu) Babel di Hotel Tanjung Pesona Sungailiat Bangka, Selasa (04/04/17) malam.

Khofifah menjelaskan bahwa dalam UU Nomor 13 tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin memerintahkan proses validasi dan verifikasi data sosial dilakukan oleh Kemensos RI secara buttom up, dimulai dari Kades/Lurah ke Camat, Bupati, dan Gubernur dan sampai ke Kemensos RI. Kades/Lurah lah yang mengetahui data yang sesungguhnya, mana masyarakat yang miskin dan mana yang sudah mandiri. Melalui Siskadasatu, semua pihak dilibatkan untuk menghasilkan data yang akurat.

"Verifikasi dan validasi data melalui Siskadasatu dapat dilakukan secara cepat dan tepat karena yang mengetahui warga miskin didaerahnya adalah pihak RT, RW, Kades/Lurah. Selain itu, diera digital Siskadasatu ini tentunya tidak membutuhkan biaya yang besar tetapi murah dan melibatkan partisipasi aktif dari daerah sampai tingkat desa," jelasnya.

Konfirmasi data dari daerah sangat diperlukan untuk membangun integrasi data. Khofifah menuturkan konfirmasi data untuk memudahkan proses integrasi berbagai bantuan sosial bersubsidi. Semua bansos itu nyambung ketika disatukan dalam satu Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). KKS ini kartu berbentuk atm yang mempunyai fitur tabungan dan fitur wallet yang bisa digunakan keluarga penerima manfaat untuk menerima uang bansos yang ditransfer dan juga untuk menabung.

"Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) sudah menyatu dalam satu kartu KKS. Sekarang sudah ada sebelas kota dengan program subsidi elpiji 3kg sudah menyatu dengan KKS ini. Lewat integrasi data dari Siskadasatu, ketepatan sasaran akan berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan dan kesenjangan. Jadi betapa pentingnya data Siskadasatu," tegasnya.

Sebelumnya Yan Megawandi Sekda Provinsi Bangka Belitung mengucapkan terimakasih atas kunjungannya ke Babel yang sudah beberapa kali. Hal ini menunjukan perhatian Kemensos yang begitu besar ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kunjungan ini diharapakan dapat membuat Pemprov Babel lebih fokus dalam informasi dan konfirmasi data sosial.

Yan menuturkan bahwa informasi dan konfirmasi data merupakan hal baru. Dimana selama ini lebih pada informasi dan data saja. Keterpaduan data dari Siskadasatu ini diharapkan menghasilkan data yang sama serta tidak ada masalah yang tertinggal lagi.

"Siskadasatu memadukan data dan konfirmasi data yang menghasilkan satu data sama, tidak berbeda. Selain itu juga lewat Sistem ini kita bisa memadukan program dan kegiatan antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat," tuturnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Surianto/Adi Tri
Fotografer: 
Adi Tri
Editor: 
Suci Lestari