Menteri PPN/Kepala Bappenas RI hadiri Musrenbang RKPD Provinsi Babel Tahun 2018

PANGKALPINANG – Menteri Perencanaan Pembangunan / Kepala Bappenas RI Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, dalam penyusunan rencana kerja pemerintah khususnya pemerintah daerah untuk tahun 2018 yang akan disusun, saling bersinergi dan terintegrasi dengan prioritas pembangunan nasional.  Hal ini diungkapkan oleh Bambang di hadapan Pimpinan Daerah, unsur Forkopimda dan Kepala OPD, beserta undangan lainnya pada kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2018, hari ini Jum’at (7/4/2017) di Hotel Novotel Bangka Tengah.

“Pemerintah pusat telah menyusun program prioritas yang tertuang dalam  rencana kerja nasional untuk tahun 2018 yang telah disepakati oleh kementerian/lembaga antara lain  di bidang pendidikan, kesehatan , perumahan dan pemukiman, pengembangan dunia usaha dan pariwisata, ketahanan pangan, penanggulanan kemiskinan, pembangunan infrastuktur dan konektivitas kemaritiman dan pembangunan wilayah. Tentunya program ini selain menjadi prioritas program kementerian/lembaga juga perlu didukung oleh pemerintah daerah melalui program kerja perangkat daerah sesuai dengan pembagian urusan wajib dan pilihan", ungkap Bambang.

Bambang  menyebutkan sinergi dan integrasi rencana kerja pemerintah  salah satunya adalah guna menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi.  Bambang menyebutkan untuk tahun 2018 terdapat tiga sektor prioritas yang akan ditingkatkan peranannya terhadap pertumbunan ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan, yakni  industri pengolahan, pertanian dan pariwisata.

“Pertumbuhan ekonomi tahun 2018 diharapkan dapat tumbuh pada kisaran 5.4 – 6 persen di tingkat nasional, hal ini tentu menjadi perhatian kita bersama, untuk mencari sumber-sumber yang bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi tersebut, dalam hal ini terdapat beberapa sektor utama di perekonomian nasional yang memberikan sumbangsih terbesar dalam pertumbuhan ekonomi yakni sektor  industri pengolahan terutama untuk sektor  non migas, pertanian, perdagangan, informasi dan komunikasi, konsumsi serta jasa keuangan", ungkap Bambang.

Untuk pertumbuhan ekonomi di Bangka Belitung, Bambang menyebutkan ditahun 2018 dapat mencapai 5.03 – 5.3 persen.  Untuk itu, guna mencapai hal tersebut Bambang meminta agar pemerintah daerah lebih detail dalam memetakan program kerja guna mencapai target tersebut dan selaras dengan arah kebijakan nasional.

“Bapak/ ibu berdasarkan pemetaan arah kebijakan makro yang dilakukan oleh PPN sektor pertanian, kehutanan, sektor perikanan, sektor pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Bangka Belitung sebesar 67.6 persen dan hal ini tentunya perlu mendapat dukungan dan perhatian pemerintah dalam penyusunan rencana kerja agar diarahkan untuk memberikan penguatan pada sektor yang memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Bangka Belitung”, jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang Brodjonegoro juga meminta agar Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam penyusunan rencana kerja juga memprioritaskan program kerjanya pada penyediaan pada pelayanan dasar yang berdampak langsung kepada masyarakat. Pelayanan dasar kesehatan, pendidikan serta penyediaan sanitasi dan air bersih bagi masyarakat Bangka Belitung juga diharapkan agar menjadi program prioritas pemerintah daerah, selain  pada pembangunan infrastuktur.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur kepulauan Bangka Belitung dalam sambutannya yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bangka Belitung Yan Megawandi juga menjelaskan mengenai pencapaian dan kendala yang terjadi serta, program prioritas yang disusun oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dalam mengatasi persoalan di daerah. 

“Bapak/Ibu perlu saya sampaikan untuk angka indeks gini rasio Babel 5 tahun terakhir tidak melebihi 0,29 persen dan ditahun 2016 angka indeks gini Bangka Belitung hanya 0.28 persen atau paling rendah di Indonesia”, ungkap Yan.

Untuk angka laju pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung, Yan menjelaskan angka laju pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung dalam kurun waktu 6 tahun terakhir mengalami sedikit perlambatan, namun di tahun 2016 angkua pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung 4,9 persen naik lebih tinggi dibandingkan tahun 2015 yang hanya 4.08 persen.

Namun Yan mengakui bahwa salah satu kendala yang dihadapi Provinsi dimana angka inflasi Bangka Belitung diambil dari kota Tanjungpandan dan Pangkalpinang mengalami kenaikan. Ditahun 2014 saja itu mencapai  13.8 persen dan ditahun 2016 angka inflasinya  turun menjadi 6.75 persen.

Lebih jauh, ungkap Yan saat ini guna mewujudkan pembangunan di daerah, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pun telah menyusun program kerja prioritas yang disinergikan dengan program nasional yakni program dalam upaya penurunan angka pengangguran, program di sektor pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, program tanggap bencana dan program guna mendukung kemudahan investasi.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
stevani
Fotografer: 
stevani
Editor: 
Noviansyah