Mulyono: Mari Dukung Penuh Tugas Mulia Palang Merah Indonesia

PEMALI - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mulyono Susanto mengapresiasi pemberian penghargaan kepada pendonor darah aktif dan bhakti sosial yang diinisiasi oleh PMI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal tersebut disampaikan oleh Mulyono pada saat memperingati Hari Donor Darah, Palang Merah Indonesia dan Bulan Sabit yang dipusatkan di Kantor Desa Air Ruay Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka, pada hari Sabtu (04/08/2018).

"Acara ini sangat luar biasa karena salah satu upaya PMI untuk memenuhi kebutuhan darah bagi yang membutuhkan. Kita semua mengetahui bahwa darah merupakan kebutuhan yang sangat esensial bagi tubuh manusia. Saya berharap kegiatan ini dapat terus dipertahankan, dan apabila memungkinkan dapat terus dikembangkan," ujar Mulyono.

Mulyono mengatakan bahwa Indonesia memerlukan empat puluh delapan ribu kantong darah setiap minggu, akan tetapi kebutuhan darah tersebut hanya dapat terpenuhi setengahnya. Oleh sebab itu Mulyono berpesan kepada pihak yang terlibat supaya dapat memperhatikan keberadaan PMI yang memiliki tugas bersentuhan langsung kepada masyarakat. 

Mulyono mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bangka karena memberikan dukungan optimal kepada PMI Kabupaten Bangka. "Pemerintah Kabupaten Bangka memberikan dana sebesar 1,2  milyar kepada PMI Kabupaten Bangka. Selain itu Bangka telah mengembangkan aplikasi SIDORA, yaitu sistem informasi donor darah yang memberikan perkembangan informasi tentang donor darah. Karena PMI mitra kerja Dinas Kesehatan dan pemerintah daerah, saya mendukung penuh optimalisasi tugas PMI," jelas Mulyono.

Sementara itu, Bupati Bangka Tarmizi H. Saat mengatakan bahwa pertumbuhan pendonor darah di Indonesia hanya 2,5% per tahun, sedangkan kebutuhan donor darah diprediksi sebanyak 5,1 juta kantong darah. "Hal ini memiliki ketimpangan antara kebutuhan dan pemenuhan. Salah satu contoh perlunya pemenuhan darah adalah kematian ibu karena pendarahan sekitar dua puluh delapan persen. Selain itu hemodialisa atau cuci darah sangat memerlukan transfusi darah. Dari kejadian tersebut, saya kira betapa pentingnya pemenuhan darah yang menjadi tugas Palang Merah Indonesia," kata Tarmizi.

Noerhari Astuti Eko Maulana Ali, Ketua PMI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi bagi pendonor yang telah mendonorkan darahnya sebanyak lebih dari tujuh puluh lima kali. "Dalam acara ini, sebanyak 20 orang se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang telah mendonorkan darahnya lebih dari tujuh puluh lima kali diberikan hadiah berupa cincin dua puluh empat karat. Bukan hanya itu, PMI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga melaksanakan bhakti sosial dengan memberikan bantuan sembako kepada seratus dua puluh masyarakat kurang mampu yang berasal dari desa di Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka," lanjut Noerhari.

Selain pemberian penghargaan dan bhakti sosial, Noerhari juga menjelaskan ada kegiatan donor darah. "Pemberian penghargaan kepada pendonor merupakan ucapan terima kasih dari PMI. Kita juga menyelenggarakan donor darah karena setetes darah sangat berarti bagi yang memerlukan untuk tetap terus melanjutkan perjalanan hidup," terang Noerhari.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ketua PMI Kabupaten Bangka Barat Hj. Annisa Parhan Ali, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, pengurus PMI Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, para penerima penghargaan serta masyarakat sekitar yang ikut serta dalam bhakti sosial.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Ahmad Fauzan Syahzian