Ngevlog Gaya Terkini Mengemas Informasi, Awas Jangan Terjebak Hoax!

PANGKALPINANG -- Kini mengemas informasi menggunakan media video bukan hanya dilakukan jurnalis televisi. Pasalnya masyarakat luas juga bisa membuat informasi menggunakan video. Namun masyarakat diharapkan tidak terjebak informasi hoax yang marak beredar di media sosial.

Direktur Kemitraan Komunikasi Ditjen IKP Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedet Surya Nandika mengatakan, sudah banyak masyarakat terbiasa ngevlog. Namun diharapkan konten yang dibuat positif, karena jika membuat konten negatif bisa terjerat Undang- Undang ITE. 

"Sebelum menyebarluaskan informasi, ada baiknya disaring terlebih duhulu," kata Dedet saat membuka pelatihan Flash Vlogger Kemenkominfo RI, di Ruang Pertemuan Hotel Novotel, Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (6/7/2018).

Dijadwalkan pelatihan yang berlangsung sehari ini menghadirkan pemateri di antaranya, Staf Ahli Menteri Kominfo Prof. Henri Subiakto, Direktur Kemitraan Komunikasi Ditjen IKP Dedet Surya Nandika, Tim Komunikasi Presiden Andoko dan Youtubers Kery Anista.

Generasi muda jangan mudah terkontaminasi dengan berita hoax. Ia menambahkan, pelatihan Flash Vlogger menjadi momen belajar membuat vlog bermuatan konten positif menuju Indonesia maju. Sudah banyak konten vlog terbit dan dari sekian banyak konten ini masih ada saja informasi hoax. 

Ia mencontohkan informasi hoax mengenai pembangunan yang telah dilakukan pemerintah. Padahal sejumlah pembangunan sudah dan terus dilakukan seperti pembangunan tol laut. Pembangunan tol laut ini bertujuan membuat harga barang sama, baik di kota maupun di pelosok desa.

"Begitu juga dengan harga BBM. Sebab sekarang ini harga BBM sudah sama, tidak ada lagi perbedaan harga. Ini merupakan bukti pembangunan berdampak positif yang telah dilakukan pemerintah," kata Dedet.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari
Fotografer: 
Suci Lestari