Nilai Ekspor Babel US$167,26 Juta

Pangkalpinang – Oktober, nilai ekspor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menembus angka US$167,26 juta. Jika dibanding bulan sebelumnya, angka ini meningkat cukup signifikan. Sebab pada September, jumlah ekspor hanya US$75,72 juta. Sebagaimana biasanya, ekspor timah memberikan kontribusi terbesar senilai US$133,98 juta. Sementara untuk ekspor non timah hanya US$33,29 juta.

Herum Fajarwati Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, kontribusi ekspor timah sekitar 80,10 persen dari total nilai ekspor Bangka Belitung. Tujuan utama ekspor komoditi tersebut yaitu Singapura, dengan jumlah US$889,36 juta atau berada diangka 74,21 persen. Menempati urutan kedua yaitu Belanda dengan jumlah US$127,20 juta.

“Untuk ekspor ke Jepang US$53,26 juta, ke Amerika Serikat US$40,45 juta dan ke negara India US$23,87 juta,” katanya saat jumpa pers di Kantor BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (1/12/2014).

Sementara untuk komoditi non timah, jelasnya, terhitung sejak Januari hingga Oktober berdasarkan kode Harmonized System (HS) dua digit yaitu golongan minyak atau lemak hewani dan nabati yaitu US$143,9 juta. Golongan ini memberi kontribusi sekitar 61,1 persen terhadap total ekspor non timah. Selanjutnya diikuti golongan kopi, teh dan rempah-rempah US$41,1 juta.

Untuk komoditi berbagai logam dasar US$22,3 juta. Ia menambahkan, komoditi karet dan barang-barang dari karet US$12,2 juta dan golongan barang berbagai produk kimia (HS 38) sebesar US$7,1 juta. Berdasarkan negara tujuan, ekspor non timah selama Oktober ke Singapura mencapai US$12,4 juta. Adapun komoditi terbesar berupa lada putih dan barang logam dasar.

Berada di posisi kedua yaitu negara Pakistan. Menurutnya, nilai ekspor ke negara tersebut menembus angka US$5,6 juta dengan komoditi terbesar ekspor berupa crude palm oil. Kemudian diikuti Banglades senilai US$4,9 juta dengan komoditi yang sama diekspor ke negara Pakistan. Nilai ekspor ke Malaysia sebesar US$4,3 juta dengan komoditi ekspor yaitu crude palm oil dan lada putih.

“Nilai ekspor ke Vietnam US$1,0 juta dengan komoditi utama lada putih, China US$0,5 juta dengan crumb rubber. Di bulan Oktober, Bangka Belitung tidak melakukan ekspor ke Korea,” tegasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky | Huzari
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Huzari