Nilai Ekspor Timah Babel Tembus US$87,4 Juta

Pangkalpinang – Terjadi peningkatan komoditi ekspor di Bangka Belitung. Nilai ekspor di bulan Agustus menembus angka US$105,9 juta. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 23,7 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya berada diangka US$85,6 juta. Nilai total ekspor tersebut terbagi atas ekspor timah sebesar US$87,4 juta dan non timah sebesar US$18,5 juta.

Demikian disampaikan Herum Fajarwati Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat saat jumpa pers di Kantor BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (1/10/2013). Ia menambahkan, timah merupakan ekspor terbesar atau mempunyai peran 82,53 persen dari jumlah ekspor Bangka Belitung. Terhitung dari Januari hingga Agustus, tujuan utama ekspor yakni Singapura.

“Nilai ekspor ke Singapura menembus angka US$710,6 juta atau 71,8 persen dari keseluruhan ekspor timah. Kemudian diikuti oleh negara Malaysia dengan nilai US$66,5 juta atau sekitar 6,7 persen,” jelasnya.

Menempati urutan ketiga negara tujuan ekspor timah yaitu Belanda. Dikatakan Herum, nilai ekspor timah ke Belanda menembus angka US$49,3 juta atau sekitar lima persen,diikuti Korea senilai US$38 juta atau 3,8 persen dan Thailand senilai US$33,1 juta atau 3,35 persen. Selain timah, Bangka Belitung juga mempunyai komoditi ekspor lainnya seperti, minyak atau lemak hewani dan nabati, rempah-rempah, kopi dan beberapa komoditi lain.

Komoditi utama penyumbang ekspor non timah terbesar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di bulan Agustus berdasarkan kode Harmonized System (HS) dua digit yaitu golongan minyak atau lemak hewani dan nabati. Menurut keterangan Herum, nilai ekspor komoditi itu sebesar US$13 juta atau mengambil peran sebesar 70,3 persen terhadap total ekspor non timah Bangka Belitung. Sementara untuk komoditas kopi, teh dan rempah-rempah berada diangka US$2,6 juta, karet dan barang karet US$1,7 juta.

“Sedangkan untuk komoditas hasil perikanan dan olahan menembus nilai US$0,5 juta atau sekitar 2,7 persen dari nilai ekspor non timah,” tegasnya.

Mengenai negara tujuan ekspor komoditi non timah, jelas Herum, menempati urutan pertama yaitu Pakistan dengan nilai ekspor mencapai US$7,6 juta. Jumlah tersebut naik hingga di atas 3000 persen dibandingkann nilai ekspor bulan lalu. Adapun komoditi ekspor terbesar adalah crude palm oil. Sedangkan di posisi kedua yaitu Singapura dengan nilai ekspor mencapai US$3,2 juta. Jumlah ini juga mengalami kenaikan hingga 125,8 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Komoditi ekspor ke Singapura di antaranya lada dan crude palm oil.

“Negara Cina menempati urutan ketiga sebagai negara tujuan ekspor Bangka Belitung. Selanjutnya disusul Malaysia, Vietnam. Namun nilai ekspor untuk tiga negara tersebut mengalami penurunan masing-masing sekitar 29,8 persen ke Cina, 79 persen ke Malaysia dan 66,7 persen ke Vietnam. Komoditi ekspor tiga negara itu yaitu, karet, ikan beku dan hasil olahannya serta lada,” tandasnya.(hzr/rf)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari | Rizky
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Huzari