Nilai Impor Bangka Belitung Masih Besar

Pangkalpinang – Nilai impor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada bulan Oktober 2016 tercatat US$25,59 juta. Jumlah ini meningkat sebesar 16,70 persen dibanding bulan September 2016 yang hanya berada di angka US$21,93 juta.

Menurut Darwis Sitorus Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bulan Januari hingga Oktober 2016 yang mempunyai nilai impor terbesar adalah golongan mesin/pesawat mekanik (HS 84) sebesar US$60,36 juta.

“Lalu diikuti dengan golongan kapal laut dan bangunan terapung (HS 89) sebesar US$24,60 juta, mesin/peralatan listrik (HS 85) US$2,75 juta, pupuk (HS 31) US$0,80 juta, garam, belerang dan kapur (HS 25) US$0,61 juta,” kata Darwis saat jumpa pers, Kamis (1/12/2016)

Selain itu, kata Darwis, impor untuk golongan benda-benda dari batu, gips dan semen (HS 68) sebesar US$0,26 juta. Sedikitnya terdapat lima negara menjadi importir Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Amerika importir terbesar dari kelima negara utama asal impor pada Januari hingga Oktober 2016.

Ia menjelaskan, Amerika Serikat merupakan negara terbesar sumber impor hingga US$60,44 juta. Negara tersebut berperan 49,38 persen terhadap total impor. Diikuti Singapura US$26,54 juta atau 21,69 persen, Jerman US$21,00 juta atau 17,16 persen.

Sedangkan untuk Malaysia US$6,46 juta atau 5,28 persen dan Tiongkok US$5,39 juta atau 4,41 persen. Jika dibandingkan dengan bulan September 2016, maka dari lima negara asal impor terjadi kenaikan sebesar 14 persen.

Kenaikan terbesar terjadi pada Singapura sebesar 297,44 persen menjadi US$3,19 juta. Selanjutnya diikuti Tiongkok yang meningkat menjadi US$0,51 juta atau 204.03 persen dan Jerman dari tidak ada kegiatan impor menjadi sebesar US$21.00 juta.

“Sementara negara yang mengalami penurunan impor di bulan Oktober adalah Amerika Serikat dan Malaysia. Bulan sebelumnya ada kegiatan impor, lalu menjadi tidak ada kegiatan impor pada bulan Oktober,” jelas Darwis. 

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Rizky Fitrajaya/Huzari
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra