Nilai Impor Tembus US$ 1,53 Juta

Pangkalpinang – Nilai impor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meningkat 400 persen. Peningkatan tersebut sangat drastis jika dibanding Maret 2015. Tercatat nilai impor bulan April 2015 menembus angka US$ 1,53 juta. Peningkatan impor ini terjadi karena tidak ada ekspor migas bulan sebelumnya, lalu bulan selanjutnya menjadi US$ 1,20 juta.

Demikian dikatakan Agung Rachmadi Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat jumpa pers, di Kantor BPS, Jumat (15/5/2015). “Sedangkan impor non migas meningkat sebesar 21,48 persen dari sebesar US$ 0,27 juta menjadi sebesar US $ 0,33 juta,” ungkapnya.

Total nilai impor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga bulan April 2015 sebesar US$ 9,02 juta, atau turun 37,42 persen dibanding Januari–April 2014 yang mencapai US$ 14,42 juta. Ia menambahkan, penurunan nilai impor tersebut disebabkan turunnya nilai impor migas hingga mencapai 47,15 persen yaitu dari US$ 3,56 juta menjadi hanya US$ 1,88 juta.

“Sedangkan impor non migas mengalami penurunan sebesar 34,23 persen dari US$ 10,86 juta menjadi hanya US$ 7,14 juta,” paparnya.

Ada enam golongan barang HS 2 digit impor non migas pada bulan April 2015 yang mempunyai nilai impor terbesar golongan mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84), sebesar US$ 0,17 juta. Diikuti golongan benda dari besi dan baja (HS 73) sebesar US $ 0,08 juta, karet dan barang dari karet US $ 0,04 juta, dan mesin-mesin peralatan listrik US $ 0,02 juta. Untuk golongan kapal laut dan bangunan terapung (HS 89) dan pupuk (HS 31) pada bulan ini tidak ada kegiatan impor.

Lima negara utama asal impor pada Januari–April 2015, Malaysia menduduki urutan pertama pengimpor yaitu hingga US$ 3,42 juta atau berperan 37,89 persen terhadap total impor. Diikuti Thailand US$ 2,98 juta (33,02) persen, Singapura US$ 2,06 juta (22,78) persen, Belanda US$ 0,35 juta (3,90) persen dan Tiongkok sebesar US$ 0,21 juta (2,30) persen. Kontribusi lima negara asal impor ini mencapai 99,89 persen terhadap total keseluruhan impor.

Jika dibandingkan dengan bulan Maret 2015, jelasnya, terlihat peningkatan total impor dari lima negara hingga 461,72 persen. Peningkatan terbesar adalah Singapura yaitu, dari tidak ada pada bulan sebelumnya menjadi US $ 1, 20 juta. Diikuti Malaysia sebesar 138,39 persen, dari US$ 0,13 menjadi US$ 0,02 juta.

“Untuk Thailand dan Belanda, bulan tersebut tidak ada kegiatan impor, baik migas maupun non migas,” kata Agung.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Evani
Fotografer: 
Nona Dian Pratiwi
Editor: 
Huzari