OPAL sebagai Sarana Pemanfaatan Pekarangan Kantor dan Rumah

PANGKALPINANG --Pegawai Dinas Pangan Provinsi pada Jumat (26/9) membersihkan OPAL (Obor Pangan Lestari) yang terletak di halaman Kantor Dinas Pangan dengan melakukan pembibitan, pemindahan bibit dan bersih-bersih. Hal ini dilakukan sebagai wujud optimalisasi fungsi OPAL yang saat ini terlihat lebih hijau dan bersih. 

OPAL seyogyanya adalah program pemerintah pusat yang diperuntukkan bagi lingkup Kementerian Pertanian, Dinas Provinsi dan Kabupaten/Kota di bidang urusan pertanian atau pangan dengan dasar hukum pelaksanaan merujuk Permen Pertanian No.10 Tahun 2019 tentang Obor Pangan Lestari.

Implementasi program dialokasikan terutama kepada komponen pembibitan. Diantaranya adalah penyediaan bibit dan penyediaan bahan pendukung yang diperlukan oleh pembibitan. Berikutnya adalah komponen pertanaman. Fokus dari komponen ini berada di lingkup perkantoran dengan mengembangkan berbagai komoditas tanaman sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral secara seimbang. 

Pertanaman di lingkup perkantoran bisa berupa pertanaman di lahan, polybag, pot, aquaponik, atau vertikultur yang disesuaikan dengan luas area dan karakteristik tanah. OPAL di tata sedemikian rupa dengan memperhatikan nilai estetika sehingga diperoleh lingkungan perkantoran yang nyaman dan asri. Kemudian yang terakhir adalah komponen budidaya ternak jika lahan dan lingkungan memang memungkinkan, termasuk di dalamnya pengadaan ternak dan pendukungnya.

OPAL sendiri adalah upaya promosi pemerintah terhadap beragam pangan dalam rangka pemenuhan gizi masyarakat sebagai saranan percontohan untuk masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi. 

Tujuan diadakannya OPAL tidak lain adalah untuk memanfaatkan lahan perkantoran sebagai media penyediaan pangan dan gizi sebagai sarana percontohan untuk masyarakat dalam memanfaatkan pekarangannya. 

Dengan kata lain, dengan adanya OPAL pemerintah berharap masyarakat dapat mereplikasi OPAL sebagai contoh agar dapat memanfaatkan pekarangan masing-masing dengan baik sebagai sumber pangan dan gizi masyarakat itu sendiri.

“OPAL Dinas Pangan diharapkan dapat menjadi contoh bagi OPD lain di Bangka Belitung dalam rangka meningkatkan produktivitas pangan di pekarangan. Tidak terkecuali pekarangan-pekarangan rumah tangga” jelas Damiri, Kepala Dinas Pangan Provinsi terkait OPAL. 

Selain itu, Damiri menambahkan bahwa OPAL juga dapat menjadi akses persediaan pangan yang berkelanjutan dan bergizi. Sehingga, penting bagi OPD untuk mulai menerapkan OPAL di pekarangan perkantoran sebagai upaya mendukung program ini agar cepat ditiru masyarakat.

Sumber: 
Dinas Ketahanan Pangan Babel
Penulis: 
Dini