Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi di Negeri Serumpun Sebalai

Oleh: Adi Tri Saputra
Pranata Humas Diskominfo Prov. Kep. Babel

Tanggal 12 Mei 2017 Erzaldi Rosman dan Abdul Fatah resmi dilantik di Istana Negara oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo. Sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Periode 2017-2022 terpilih menggantikan Gubernur sebelumnnya yakni Rustam Effendi.

Kini, Pemimpin Kepulauan Bangka Belitung diberi amanah dan tanggung jawab yang besar dalam mengemban segala bentuk aspirasi dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Secara khusus, sekitar 1,4 juta jiwa penduduk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menaruh harapan terhadap berbagai gebrakan seorang pemimpin negeri ini, dalam mewujudkan misi dan visi yang yang telah ditetapkan.

Dimasa jabatannya, Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menetapkan sedikitnya 13 Program Unggulan Bangka Belitung yang tertuang dalam Rencana Panjang Jangka Menengah Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2017-2022. Satu di antara tiga belas program unggulan Bangka Belitung itu yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi, yakni Program unggulan Pengembangan konektivitas dan infrastruktur.

Tentunya dengan adanya pengembangan konektivitas dan infrastruktur yang berkualitas diharapkan dapat lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung. Pemanfaatan teknologi informasi seperti android tentunya berdampak positif jika digunakan dengan baik tentunya. Malahan akan jadi sebaliknya jika penggunaan untuk ke jalan negatif. Penekanan menuju sistem digitalisasi dari berbagai sektor pun terus dikumandangkan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Melalui andorid tentunya dengan mudah orang di luar Bangka Belitung dapat mengenal lebih banyak tentang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tak hanya itu, keunggulan destinasi wisata, produk UKM, keunggulan sumber daya alam yang ada di Bangka Belitung tentunya akan mendunia jika pemanfaatan android dilakukan dengan baik.

Ini merupakan awal perjalanan keinginan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung untuk memperkenalkan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke kancah Nasional maupun Internasional. Kehadiran Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara ke Bangka Belitung pada 6 Maret 2018 kemarin, dalam rangka menghadiri Seminar “Go Digitalisasi” disambut gembira peserta seminar kala itu. Terbukti, sedikitnya 1300 peserta tumpah ruah yang hadir terdiri dari siswa SLTA, mahasiswa, dan pelaku UMKM di Provinsi Kepulauan Bangka belitung. Tentunya, dengan semangat serta antusias peserta seminar tersebut, merupakan salah bukti besarnya keinginan masyarakat dan pelajar untuk melakukan pemanfaatan teknologi.

Tak lama lagi, tepatnya pada 2024 Indonesia akan memasuki dunia digitalisasi hingga keseluruh wilayah. Tantangan besar tentunya bagi masyarakat Bangka Belitung untuk bersaing dalam teknologi yang akan berdampak terhadap kemajuan suatu daerah, peningkatan perekonomian, pembangunan serta efektifitas dalam membangun kemajuan daerah. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tentunya harus bergerak cepat dalam mewujudkan penerapan digitalisasi khususnya di Provinsi Bangka Belitung, berbagai program pemerintah terus dibenahi, mulai dari kedisiplinan pegawai ASN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Penerapan Pemasaran UMKM berbasis digitalisasi, segala penerapan program mulai dikumandangkan dalam otimalisasi teknologi.

Berdasarkan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik Nomor 11 tahun 2008 atau UU ITE, adalah Undang -Undang yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik, atau teknologi informasi secara umum, yang bertujuan untuk : 1) Mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai bagian dari masyarakat informasi dunia; 2) mengembangkan perdagangan dan perekonomian nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat; 3) Meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik; 4) Membuka kesempatan seluas-luasnya kepada setiap Orang untuk memajukan pemikiran dan kemampuan di bidang penggunaan dan pemanfaatan Teknologi Informasi seoptimal mungkin dan bertanggung jawab; 5) Memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum bagi pengguna dan penyelenggara Teknologi Informasi.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung harus berperan aktif dalam mensyiarkan pemanfaatan teknologi digitalisasi. Guna menduniakan segala bentuk keunggulan sumber daya alam baik bidang Pariwisata, Ekonomi, secara gencar harus terus dilakukan mulai dari media sosial, media elektronik dan media cetak. Tak terlepas dari kemajuan perkembangan teknologi, kini seorang pemimpin di suatu daerah, bahkan negara, dituntut ekstra memanfaatkan dunia yang serba digitalisasi saat ini, sehingga seorang pemimpin tersebut dengan begitu mudah memetakan titik langkah dalam mengambil peran untuk memajukan daerah maupun negara yang dipimpinnya.

Tanggal 24 April 2018 kemarin, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi tuan rumah Peringatan Hari Konsumen Nasional yang dilaksanakan di Alun -alun Taman Merdeka Pangkalpinang. Dalam Peringatan Harkonas itu, digaungkan aktivitas transaksi secara digital atau elektronik. Dengan sistem elektronik, memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan sesuatu tanpa harus mendatangi tempat transaksi.

Tingkat partisipasi nitizen Indonesia di media sosial dibandingkan negara lain, berdasarkan survey yang menyatakan sembilan puluh tujuh persen masyarakat indonesia menggunakan ponsel ,Pengguna Facebook di indonesia no enam didunia, pengguna youtube indonesia no sepuluh didunia, twitter indonesia no satu di dunia, sedangkan google orang indonesia no satu didunia. Wow, fastastis bukan, jika dilihat berdasarkan surver bahwa sembilan puluh tujuh persen menyatakan masyarakat Indonesia menggunakan ponsel, ini menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat indonesia dalam teknologi informasi tentunya menjadi salah satu modal besar masyarakat mendapatkan segala bentuk informasi dengan cepat dan mudah.

Selain itu, optimalisasi pemanfaatan teknologi tentunya akan berdampak positif jika dimanfaatkan dengan baik, mengingat kembali sebuah kata pepatah yang menyatakan bahwa ” siapa yang menguasai informasi, maka ia akan menguasai dunia”. Sebuah kata pepatah yang seakan mengajak kita untuk selalu berlomba-lomba mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya. Dengan informasi yang banyak, otomatis kita akan dengan mudah mendapatkan dan mengetahui apa yang terjadi, pasca maupun pra kejadian suatu peristiwa.

Namun, dengan memasuki dunia digitalisasi saat ini, tentunya tak terlepas dari pengaruh negatif akan kemajuan teknologi digitalisasi. Berbagai informasi negatif (Hoax) terus bergentayangan bagaikan setan di tengah perkembangan suatu daerah. Apalagi saat ini, tahun 2018, 2019 Indonesia memasuki tahun politik, tak bisa dipungkiri dunia digitalisasi banyak dimanfaatkan para promotor politik. Inilah suatu tantangan bagi masyarakat dalam mengkritisi berbagai informasi baik positif maupun negatif, jangan mudah terpancing dengan informasi yang berkembang. Kritis dalam menyikapi, cerdas dalam mendapatkan informasi merupakan suatu modal yang kuat menjadi masyarakat milenial saat ini.

Majunya perekonomian di suatu negara tentunya tak lepas dari peran warga negaranya dalam penggunaan dan pemanfaatan kemajuan teknologi digital. Saling berbagi informasi melalui kemajuan teknologi seperti andoroid akan membuka peluang terjalinnya interaksi yang sangat baik. Masyarakat pun mempunyai peran besar dalam mensyiarkan segala bentuk informasi yang ada di suatu daerah, sehingga dapat diketahui oleh masyarakat lainnya.

Mari bersama menata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi. Ciptakan energi positif dalam kebersamaan membangun negeri serumpun sebalai tercinta ini, sehingga terwujud Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang sejahtera, damai dan makmur, dibawah naungan Tuhan Yang Maha Esa.(****).


Tulisan Pernah di Muat Harian Rakyatpos Pada tanggal 2 mei 2018

Penulis: 
Adi Tri Saputra Pranata Humas Diskominfo Pemprov Babel
Sumber: 
Diskominfo

ArtikelPer Kategori