Organisasi DWP Penting, Ibu-Ibu Diminta Lebih Aktif

PANGKALPINANG -- Organisasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sangat penting sebagai wadah bagi para istri ASN untuk meningkatkan kompetensi diri. Istri ASN hendaknya dapat lebih memahami tugas dan tanggung jawab suami. Selain itu minat dan bakat ibu-ibu dapat dikembangkan melalui organisasi.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Susanti saat kegiatan rutin DWP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (18/10/2018).

Pertemuan ini dihadiri istri ASN dari berbagai OPD di lingkungan Pempov Babel. Susanti menjelaskan, ini merupakan salah satu wujud peran serta pelaksanaan tugas dan fungsi membina organisasi perempuan di lingkungan Provinsi Bangka Belitung. Sebab minat dan bakat yang dimiliki oleh ibu-ibu dapat dikembangkan melalui organisasi DWP ini.

"Pengembangan minat dan bakat tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga membantu eksistensi DWP agar lebih memiliki makna, perannya dapat dirasakan oleh para anggotanya," kata Susanti.

Susanti mengharapkan agar ibu-ibu DWP dapat lebih aktif menggerakkan roda organisasi dengan tetap menomorsatukan keluarga. Ibu-ibu selaku istri ASN agar selalu memberi support dorongan serta semangat kepada suami, sehingga suami lebih bersemangat dan bergairah melaksanakan tugas.

Support suami agar bertanggung jawab saat mengemban tugas. Susanti menambahkan, untuk masalah pendanaan organisasi agar anggota dapat aktif di bidang ekonomi. Mencari dan ikut serta di setiap event yang ada di provinsi untuk mempromosikan dan memperkenalkan produk industri rumahan.

"Promosikan produk industri rumahan yang dihasilkan ibu-ibu anggota DWP. Produk-produk tersebut dapat dijual belikan, sehingga menimbulkan keuntungan untuk diri sendiri. Sisihkan berapa persen untuk menambah keuangan organisasi DWP," jelas Susanti.

Sumber: 
DP3ACSKB Babel
Penulis: 
Lisia Ayu
Fotografer: 
Wardiah
Editor: 
Huzari