Pada Hari Bakti PU ke-72, Pemprov Angkat Tema Upaya Mitigasi Bencana

PANGKALPINANG - Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pekerjaan Umum yang ke-72 Tahun 2017, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan Dinas Perumahan Rakyat  dan Kawasan Permukiman Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan Kegiatan Gerakan Peduli Mitigasi Bencana di Jembatan Pelangi Kelurahan Opas Indah Tamansari Pangkalpinang, pada hari Senin (27/11/2017).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Perlindungan Dan Optimalisasi Fungsi Situ, Danau, Embung, Waduk, dan Sumber Air Permukukaan Lainnya” dengan kegiatan “Penanganan Sampah dan Penghijauan”. Adapun kegiatan memperingati Hari Bakti tersebut yaitu pemutaran film mengenai persampahan, pembelajaran tentang sampah dan penanaman pohon serta kunjungan lapangan Wakil Gubernur ke lapangan di seputaran  Jembatan Pelangi, yang melibatkan masyarakat sekitar pemukiman Jembatan Pelangi.

Menurut Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah gerakan peduli bencana ini berkaitan dengan penghijauan dan penanganan sampah di lingkungan Kelurahan Opas Indah dan Gedung Nasional. "Saya mencoba mengingatkan mengenai mitigasi bencana yaitu upaya yang dilakukan untuk menangulangi bencana sehingga bisa diminimalisasir,"  ungkap Wakil Gubernur.

Wakil Gubernur menjelaskan bahwa upaya mencegah bencana dapat dilakukan yang bersifat konstruktural dan non konstruktural. Mitigasi bencana konstruktural adalah upaya mencegah bencana melalui upaya yang dilakukan manusia, seperti pembangunan fisik  yang betujuan membangun susuatu dibantaran sungai, kemudian bersama-sama memelihara sungai tersebut agar dapat mengalir secara baik dari hulu ke hilirnya. Sementara mitigasi bencana non konstruktural merupakan upaya yang dilakukan dengan membangun Sumber daya Manusianya.

"Jika dilihat secara keseluruhan tentang mitigasi atau upaya penanggulangan bencana, kita harus mengenali dan menganalisis suatu kawasan sebelum mengambil suatu tindakan di kawasan tersebut," ungkap Wakil Gubernur.

Selanjutnya Wakil Gubernur juga menjelaskan dihadapan masyarakat bahwa bencana bukan hanya banjir dan bencana lainnya, melainkan penyakit yang menyerang masyarakat seperti demam berdarah. Berkenaan dengan hal tersebut, Wakil Gubernur mengajak kepada seluruh masyarakat untuk memelihara infrastruktur yang ada dan menjaga lingkungan sekitar dengan tidak membuang sampah sembarangan. Harapannya dengan melakukan tindakan tersebut masyarakat dapat terjaga untuk hidup sehat dan tidak terserang penyakit.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ir. Noviar Ishak menyatakan bahwa peningkatan kualitas pemukiman kumuh ini menjadi wewenang pusat.

"Ini merupakan sesuatu yang dapat dijadikan penyemangat bagi kabupaten/kota untuk berbuat yang sama sesuai dengan kewenangan yang dimiliki," ungkap Noviar.

Menurut Noviar, terdapat 2 (dua) kawasan yang sudah ditata yaitu kawasan Opas Indah dan kawasan Gedung Nasional yang telah memanfaatkan dana sebesar 5 (lima) miliar rupiah lebih, sedangkan pada tahun 2018 mendatang kawasan tersebut akan kembali dikembangkan dengan memanfaatkan dana sebesar 12 (dua belas) miliar rupiah.

Sementara untuk program di tahun 2018, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman akan membangun rumah layak huni untuk wilayah Pangkalpinang sebanyak 50 rumah, sedangkan untuk kabupaten akan dibangun sebanyak 16 unit untuk masing-masing Kabupaten, dimana per unit menghabiskan dana sebesar 60 juta rupiah.

Noviar menjelaskan perbedaan program ini yang dilakukan oleh pusat dan provinsi. "Jika dari dana APBN membangun rumah layak huni dengan memberikan bantuan stimulan sebesar 15 juta untuk rehab, namun program dari pemerintah provinsi adalah membangun rumah secara utuh dengan tipe 36," jelas  Noviar.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Evani/Adi Tri
Fotografer: 
Adi Tri