Panwaslu Dibekali Dua Modal Melaksanakan Tugas

Pangkalpinang – Sedikitnya dua modal diberikan Muhammad Ketua Bawaslu RI kepada Panwaslu Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Selatan, Bangka Barat dan Belitung Timur. Dua modal tersebut antara lain, pertama panwaslu harus menguasai regulasi dan kedua sebagai anggota panwaslu jangan bertindak angkuh saat mengawasi pemilukada.

Panwaslu tidak boleh setengah-setengah menguasai regulasi. Ia menegaskan, Undang-Undang No 8 Tahun 2015 hanya sebagai output tentang pemilihan gubernur, walikota dan bupati. Namun di belakang undang-undang tersebut terdapat risalah yang mesti diketahui panwaslu. Terutama mengenai perdebatan dan perjalanan revisi aturan ini.

“Jangan langsung membaca akhirnya saja. Jika pengawas atau penyelenggara pemilu tidak menguasai regulasi, dipastikan pelaksanaan pemilu menjadi kacau,” jelasnya saat Pelantikan Anggota Panwaslu Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Selatan, Bangka Barat dan Belitung Timur, di lantai III Kantor Gubernur, Kamis (15/4/2015).

Pengambilan sumpah kegiatan ini secara langsung dilakukan Zultery Apsupi Ketua Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Saat mengambil sumpah tersebut, Zultery mengingatkan, sumpah dan janji yang diucapkan mengandung tanggung jawab terhadap Negara Republik Indonesia.

Lebih jauh Muhammad menjelasnya, jika wasit –panwaslu– tidak mengerti aturan, tentunya sangat berpotensi dipermainkan peserta pemilu, simpatisan bahkan oleh penonton. Jadi tidak ada kata lain, setelah menjalani pelantikan langsung membuka dan mempelajari segala regulasi terkait pelaksanaan pemilukada.

Setelah membaca regulasi dengan cerdas, jelasnya, anggota panwaslu selanjutnya langsung menghayati. Sehingga dapat melaksanakan undang-undang tersebut dan tidak secara sembarangan memutuskan suatu persoalan.

“Jangan seenaknya memperkarakan kasus. Panwaslu harus benar-benar mengetahui kapan harus mengeluarkan kartu kuning bahkan kartu merah. Ini bisa dijalankan jika telah mengerti mengenai aturannya,” ungkapnya.  

Tak hanya itu. Panwaslu juga jangan sampai menunjukan sikap angkuh. Ia menjelaskan, ada beberapa panwaslu yang secara sembarangan mencabut alat peraga. Dikarenakan tidak tepat saat mengambil tindakan, tidak menutup kemungkinan berhadapan dengan tim sukses. Ada juga tindakan yang semestinya bukan menjadi tugas dan tanggung jawab panwaslu, namun dilakukan panwaslu.

“Anda jangan bertindak kalau tidak tepat waktunya, lakukan koordinasi dengan baik. Tugas kita sangat mulia, bukan tugas yang ingin mencederai orang atau kelompok. Dalam Undang-Undang No 15 tahun 2015, kita lebih diminta untuk mencegah daripada menindak,” tegasnya.

Jika dulu, cara berpikir panwaslu mencapai kesuksesan pemilu melihat jumlah perkara, kasus yang sampai pengadilan dan banyaknya pelanggaran kode etik. Menurut Muhammad, lain halnya dengan pelaksanaan pemilukada sekarang. Sebab untuk saat ini kesuksesan terlihat dari sejauhmana pencegahan pelanggaran sehingga tidak sampai muncul ke permukaan.

“Itu namanya berhasil. Jadi jangan bangga kita bisa pidanakan peserta pemilu. Itu bukan bagian kesuksesan, namun bagian kegagalan karena tidak mampu melakukan pencegahan,” kata Muhammad.

Jangan Menggelar Pesta

Pesan moral pun disampaikan Ketua Bawaslu RI. Ia menceritakan bagaimana Sayyidina Abu Bakar Shidiq ketika dipercaya menjadi khalifah. Pagi hari dilantik, lalu malam harinya tidak melakukan syukuran atau pesta. Sebab setelah salat Isya, Abu Bakar tidur sebentar dan kemudian menggelar sajadah untuk melakukan salat malam. Itu dilakukan guna meminta petunjuk kepada Allah SWT.

“Malam itu terjadi peristiwa yang tidak biasa, sebab putri Abu bakar melihat sajadah ayahnya basah dikarenakan air mata,” paparnya.

Menjelang subuh, putri Abu Bakar bertanya mengenai apa yang telah terjadi malam itu. Apakah dengan diangkatnya sebagai khalifah menjadi susah atau senang? Khalifahpun menjawab, tidak merasa senang atas sebuah jabatan. Malah sebaliknya menjadi susah karena jabatan tersebut.

“Saya menangis meminta kepada Allah SWT, jangan sampai tidak bisa mengemban amanah. Meminta petunjuk kepada Allah agar benar-benar bisa menjadi khalifah, itu yang membuat saya menangis. Jadi tolong kepada teman-teman yang baru dilantik jangan syukuran. Lebih baik segera melakukan tugas yang telah diamanatkan,” tegasnya.

Panwaslu Kabupaten Bangka Tengah

Anwar Effendi
Feriandi
Yudi Purwanto

Panwaslu Kabupaten Bangka Selatan

Abdul Rahman
Sahirin
Dharmawisata

Panwaslu Kabupaten Bangka Barat

Ujang Adhari
Edi Irawan
Dedy Djunaidi

Panwaslu Kabupaten Belitung Timur

Marwansyah
Bayuwanita Sari Dewi
Megawati

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky | Huzari
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Huzari