Pariwisata Masa Depan Bangka Belitung

PANGKALPINANG – Sebanyak 44 guide dari lima kabupaten/kota di Pulau Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengikuti kegiatan Sertifikasi Guide di Ruang Pusaka 1 Hotel Menumbing Heritage Kota Pangkalpinang.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Babel Rivai didampingi Kepala Bidang SDP, Ekraf dan Kelembagaan Widyastuti, dan perwakilan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Pusat Jakarta Indra Bhuwana.

Dalam sambutannya, Rivai mengatakan pariwisata adalah masa depan bagi Bangka Belitung. “Bisa saya katakan bagi Bangka Belitung, pariwisata adalah masa depan. Apakah ini dapat diuji atau teruji, tergantung bapak ibu semua yang di ruangan ini,” kata Rivai.

Contoh Kabupaten Belitung, lanjutnya, satu dekade pergerakan ini belum tampak. Namun saat timah tak lagi menjadi primadona, maka apa yang dapat diandalkan masyarakat Belitung. Ternyata masyarakat di sana cukup cerdas. Peralihannya tidak ke pertanian, perkebunan, atau ke sektor-sektor yang lain, melainkan sektor pariwisata.

Rivai juga mengatakan bahwa melalui berbagai macam moment pariwisata telah membawa dampak yang signifikan.

“Moment-moment yang sangat berarti dalam bidang pariwisata telah membawa dampak yang signifikan, yang menguatkan kepada para pihak untuk mengambil kebijakan, untuk berpartisipasi mendukung sektor pariwisata itu. Sekarang sudah dapat kita lihat hasilnya secara kasat mata,” kata Rivai.

Selain itu Rivai menambahkan bahwa perkiraan ketergantungan Kabupaten Belitung terhadap pariwisata saat ini hingga 40 persen. Untuk ke arah itu tentu saja semua pihak terkait harus mengambil peran dengan sebaik-baiknya.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Disbudpar memiliki kewenangan dalam kapasitas pembinaan dan pengawasan. Untuk itu, Disbudpar Babel memfasilitasi para guide menjadi profesional melalui kegiatan sertifikasi.

Sementara Indra Bhuwana mengatakan bahwa guide harus lucu, tidak boleh kaku. “Seorang tour guide itu harus lucu. Itu pakem buat saya. Kasian tamunya kalau tidak lucu,” kata Indra saat memberikan sambutan.

Indra menambahkan bahwa sertifikasi ini bukan lah ujian, tapi pengumpulan data. “Teman-teman sekalian jangan takut. Para assesor ini bukan untuk menguji, tapi mengumpulkan data. Jadi teman-teman sekalian tinggal mengatakan apa yang memang dikerjakan,” tambah Indra.

Tidak semua peserta pada sertifikasi kali ini merupakan peserta yang belum pernah mengikuti. Terdapat 12 peserta yang melakukan perpanjangan atau yang disebut dengan istilah Recognition of Current Competency (RCC). Bagi RCC disyaratkan menunjukan portofolio atas apa yang dikerjakan selama 3 tahun.

Kegiatan sertifikasi ini diselenggarakan hingga Kamis (15/3) Maret. Agenda hari pertama diisi dengan melengkapi formulir aplikasi, assessement diri, dan pertanyaan tertulis. Hari kedua, para peserta akan melakukan praktek, dan diakhiri dengan tes wawancara pada hari ketiga.

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Ernawati Arif (Pranata Humas Disbudpar Babel)
Fotografer: 
Istimewa (Visit Bangka Belitung)
Editor: 
Irwanto