Pasar Murah Ramadhan, Yuliswan : Pesan Pak Gubernur Sembako Jangan Dijual Kembali

PANGKALPINANG – Kementerian Perdagangan RI bersama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi dan Kabupaten/Kota bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan nasional seluruh Indonesia menggelar Pasar Murah Ramadhan. Gubernur Provinsi Bangka Belitung yang diwakili oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bangka Belitung, M. Yuliswan sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ia juga berterimakasih kepada PT. Tinindo Inter Nusa yang sudah berpartisipasi dan memberikan bantuan kepada masyarakat Bangka Belitung melalui dana CSR perusahaan.

“ Saya berterimakasih kepada PT. Tinindo Inter Nusa yang sudah berpartisipasi dan memberikan bantuan kepada masyarakat Bangka Belitung melalui dana CSR perusahaan, “ Ungkap Nya saat memberikan sambutan di Pondok Pesantren Hidayatussalikin, Pangkalpinang, Senin (19/6/2017).

Ia juga menyampaikan kepada masyarakat yang mendapatkan bantuan sembako murah, bahwa Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rosman berpesan agar sembako yang sudah di dapatkan dengan setengah harga jual di pasaran untuk tidak dijual kembali. Sebab, bantuan sembako murah ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan dalam memenuhi kebutuhan pokok selama ramadhan. Untuk itu, Yuliswan berharap penjualan sembako murah ini tepat sasaran.

Sebelumnya, Staf Ahli Bidang Iklim dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Perdagangan RI Suhanto mengatakan pasar murah ramadhan ini akan dilakukan di 400 pondok pesantren di seluruh Indonesia, salah satu diantaranya adalah Pesantren Hidayatussalikin Pangkalpinang. Ia menjelaskan maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah dalam rangka bulan ramadhan Kemendag bersama perusahaan-perusahaan dengan program CSR yaitu program kepedulian sosial terhadap lingkungan untuk berbagi kepada masyarakat secara langsung dalam bentuk menjual sembako murah.

“ Bantuan subsidi paket sembako senilai 100.000 terdiri dari 2 kg beras, 2 kg gula, 2 kg tepung, 2 liter minyak goreng dan 1 botol sirup. Sembako ini akan dijual kepada masyarakat senilai 50.000/paket. Hasil penjualan paket seluruhnya akan diserahkan kepada pondok pesantren untuk biaya pendidikan, “ Jelas Suhanto.

Menurut Suhanto, Kementerian Perdagangan berkomitmen dalam menjaga harga kebutuhan pokok agar tetap stabil. Kemendag telah membentuk tim Satgas Pangan yang anggotanya terdiri dari pegawai di Dinas Perindag Provinsi dan Kabupaten/Kota serta pihak kepolisian yang bertugas untuk memantau dan memonitor setiap hari harga kebutuhan pokok. Ia menambahkan, apabila nantinya terjadi lonjakan harga maka kewajiban petugas itu untuk langsung berkomunikasi dengan distributor daerah setempat.

Ia menegaskan kepada seluruh masyarakat untuk berbelanja seperlunya dan jangan berlebihan. Sebab, pemerintah sudah menjamin harga kebutuhan pokok tidak mengalami lonjakan dan akan tetap stabil hingga setelah ramadhan.

Sementara Wakil Direktur PT. Tinindo Inter Nusa Apik Rosidi mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Perdagangan dan Pondok Pesantren karena pihaknya telah diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ia berharap di tahun yang akan datang dapat kembali berpartisipasi menggelar pasar murah ramadhan agar bisa mengurangi beban masyarakat yang membutuhkan.

“ Saya mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Perdagangan dan Pondok Pesantren karena telah diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mudah-mudahan di tahun yang akan datang dapat kembali berpartisipasi menggelar pasar murah ramadhan agar bisa mengurangi beban masyarakat yang membutuhkan, “ Ungkap Nya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Suci Lestari/Evani
Fotografer: 
Evani