Pejabat Daerah Harus Pandai Berdiplomasi

Pangkalpinang – Yan Megawandi Sekda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menilai penting pejabat daerah untuk pandai berdiplomasi. Pasalnya diplomasi merupakan cara menyampaikan keinginan, sehingga mendapatkan bantuan dari pihak lain. Selain itu, kemampuan berdiplomasi dapat mempercepat pembangunan di suatu daerah.

"Kita sedang mempercepat pembangunan di bidang pariwisata. Untuk itu perlu mengefektifkan dengan cara membuat jaringan serta mengelola hubungan dengan organisasi lain," kata Sekda saat Pelatihan Teknis Diplomasi dan Hubungan Luar Negeri Bagi Pejabat Pemerintah Daerah Semester I Tahun 2017, di Hotel Santika, Senin (20/3/2017).

Rencananya kegiatan yang digelar Kementerian Luar Negeri ini akan berlangsung mulai tanggal 20 hingga 24 Maret 2017. Sejumlah peserta dari beberapa provinsi mengikuti kegiatan ini. Selama menjalani pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai table manner, protokoler, visi-misi Kemenlu dan dasar-dasar perjanjian internasional.

Saat ini Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sedang menyiapkan tiga sektor unggulan seperti kelautan, pertanian serta sektor pariwisata. Sekda menjelaskan, tiga sektor ini diharapkan dapat meningkatkan perkembangan sektor perdagangan dan jasa. Bangka Belitung mempunyai potensi pantai indah sebagai kawasan wisata.

Ia menambahkan, pantai terbaik di Pulau Bangka berada di sekitar wilayah timur. Namun di sisi lain, ada cadangan timah yang luar biasa di tempat tersebut. Kendati demikian, pemerintah sudah berkomitmen menggeser struktur ekonomi pengelolaan sumber daya alam tidak terbarui ke arah pengembangan perekonomian yang terbarui seperti sektor pariwisata.

Sebelumnya Eko Hartono Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri mengatakan, Kemenlu sudah beberapa kali menggelar kegiatan pelatihan ini. Sebelumnya pernah digelar di Yogyakarta dan kemudian di Semarang. Ini menjadi salah cara Kemenlu menyebarluaskan informasi.

Pejabat daerah sebagai pemangku kepentingan mempunyai hubungan vital. Sebab, jelasnya, politik luar negeri tidak akan bisa berjalan sendiri. Untuk itu perlu mitra dan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya pejabat di daerah. Hubungan luar negeri juga dapat dilakukan dari aspek promosi kebudayaan.

“Nanti peserta akan diajak turun ke lapangan, melakukan kunjungan ke salah satu tempat wisata di Bangka Belitung. Kemudian peserta diminta untuk mempromosikan tempat tersebut. Peserta dapat memberikan masukan mengenai pengembangan potensi ini,” ungkapnya.

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Rizky/Huzari
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Huzari