Pelaku Koperasi dan UMKM Harus Ikuti Perkembangan Teknologi

PANGKALPINANG - Pembangunan koperasi dan UMKM harus dilaksanakan lebih fokus. Selain itu juga harus dilakukan dengan pendekatan lintas sektor, lintas wilayah, dan lintas lembaga. Hal ini dilakukan demi terwujudnya ketahanan ekonomi rakyat Babel yang maju dan kuat melalui gerbang Emas KUMKM yang mandiri, tangguh, berdaya saing dan berbasis potensi daerah.

"Pembangunan ekonomi kerakyatan dengan strategi, yakni pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, menurunkan angka kemiskinan, dan mengupayakan lingkungan yang mendukung berusaha bagi KUMKM," kata Budiman Ginting Assisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Prov Kep Babel saat membuka acara pelatihan kewirausahaan Angkatan I dan II dan pelatihan akuntansi koperasi berbasis komputerisasi di Aula BKPSDM di Pangkalpinang, Senin (2/4).

Pelatihan kewirausahaan dan akuntansi koperasi ini dilaksanakan selama lima hari, dari tanggal 2-6 April 2018. Pelatihan ini diikuti sebanyak 120 orang yang terdiri dari 60 orang pelatihan kewirausahaan dan 60 orang pelatihan akuntansi koperasi berbasis komputerisasi.

Lebih jauh Budiman mengatakan bahwa misi Pemprov Babel adalah pengembangan ekonomi berbasis potensi daerah. Sedangkan strategi utamanya adalah pengembangan UMKM dengan melibatkan partisipasi seluruh komponen masyarakat bagi terwujudnya sinergitas dan konektivitas pengembangan desa/kota dan berbasis potensi wilayah setempat.

"Artinya, pemprov memiliki perhatian besar dalam pengembangan koperasi dan UMKM. Karena koperasi dan UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia," tegasnya.

Ia menambahkan perkembangan koperasi dan UMKM dari tahun ketahun terus mengalami peningkatan. Tahun 2017 jumlah koperasi di Babel sebanyak 981 unit. Pertumbuhan koperasi ini mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 363 orang.

"Koperasi mampu menyerapkan tenaga kerja dan itu berarti mampu meningkatkan ekonomi masyarakat," tambahnya.

Indonesia saat ini berada dalam pasar bebas atau memasuki MEA. Menurutnya, pelaku koperasi dan UMKM harus menerapkan strategi agar dapat bersaing. Salah satunya yakni melakukan peningkatan wawasan pelaku koperasi dan UMKM.

Selanjutnya ia menuturkan bahwa kemampuan pengelolaan koperasi dan kewirausahaan yang sesuai dengan perkembangan teknologi, diperlukam adanya informasi yang tepat bagaimana memaksimalkan peran teknologi sebagai penunjang peningkatakan kemampuan bagi pengelo koperasi dan pelaku wirausaha.

"Peran teknologi saat ini sudah menjadi kebutuhan. Kemampuan pelaku koperasi dan UMKM harus mengikuti laju pertumbuhan teknologi agar dapat bersaing," tuturnya.

Sementara Christina Agustin Asisten Deputi Penelitian dan Pengkajian KUMKM Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop UKM mengatakan bahwa sektor koperasi dan UMKM sangat strategis. Karena sektor koperasi dan UMKM mampu memberikan sumbangan yang besar bagi perekonomian Indonesia.

"Itu artinya, pelaku koperasi dan UMKM ini berperan besar dalam perekonomian kita," katanya.

Ia menambahkan bahwa pelaku koperasi dan UMKM harus memiliki semangat dan jiwa kewirausahaan agar usaha yang dikelolanya tumbuh dan berkembang. Selain itu, pelaku koperasi dan UMKM harus meningkatkan pengetahuan dan wawasan. Sehingga bisa bersaing dengan yang lain.

"Tumbuhkan semangat dan jiwa kewirausahaan dalam diri kita. Karena ini modal kita untuk berkembang. Dan terus tingkatkan pengetahuan dan wawasan serta jangan malu untuk sharing dengan pelaku UMKM yang lainnya," pintanya.

 

 

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Surianto (Pramas Dinas KUKM Babel)
Fotografer: 
Surianto (Pramas Dinas KUKM Babel)
Editor: 
Irwanto