Pelaku UMKM Harus Mampu Mengimbangi Kebutuhan Konsumen

Bangka Tengah – Pelaku UMKM di Bangka Belitung harus mampu mengimbangi kebutuhan konsumen. Berkembangnya kemajuan teknologi membuat proses transaksi jual beli tidak lagi tatap muka. Pasalnya antara penjual dan pembeli bisa bertransaksi menggunakan sistem berbasis teknologi. Menyikapi kondisi tersebut pelaku UMKM dituntut cepat beradaptasi.

Sultan General Manager PT Telkom Indonesia Bangka Belitung mengatakan, perilaku masyarakat sudah mulai mengalami perubahan. Sekarang ini masyarakat selalu ingin mendapatkan kebutuhan secara cepat dan mudah. Hal tersebut bisa dilakukan menggunakan teknologi komunikasi serba digital dan masyarakat sudah mulai memanfaatkan transaksi bersifat online.

“Mungkin Bapak, Ibu sudah pernah merasakan. Contohnya, jika kita menginginkan transportasi sudah ada layanan berbasis aplikasi,” katanya saat acara Peresmian Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) dan Kampung UKM Digital Pusat Layanan Usaha Terpadu KUMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (6/12/2016).

Pelaku UMKM dapat memanfaatkan aplikasi jual beli online. Sultan menjelaskan, PT Telkom telah mempunyai aplikasi belanja.com. Aplikasi ini bisa dimanfaatkan pelaku UMKM di Bangka Belitung. Sejumlah aplikasi transaksi jual beli secara online harus didukung infrastruktur. Untuk itu, pengembangan UMKM harus seiring dengan pengembangan infrastruktur.

Tak hanya itu, kata Sultan, jika pelaku UMKM sudah bisa memanfaatkan teknologi komunikasi, selanjutnya produk yang dihasilkan akan dikenal masyarakat luas. Upaya ini berdampak terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan pelaku UMKM di Bangka Belitung. Apalagi sekarang ini sudah terdapat 29 PLUT se Indonesia.

Menurut Sultan, untuk wilayah sumatera sudah terdapat tujuh PLUT. Adapun rinciannya, dua PLUT di Aceh dan masing-masing satu PLUT di Jambi, Riau Kepulauan, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kampar dan Bangka Belitung. Selain itu ada 1084 kampung UKM digital se Indonesia. Untuk wilayah sumatera sudah ada 101 kampung digital.

“Untuk di Kepulauan Bangka Belitung terdapat tujuh kampung digital. Pertama kampung digital rajutan di Pangkalpinang, kampung digital gallery UMKM Belitung, kampung UKM kemasan di Pangkalpinang, kampung digital Dekranasda di Pangkalpinang, kampung digital Sambel Lingkung di Sungailiat, kampung digital Melati di Pangkalpinang dan PLUT di Bangka Tengah yang saat ini sedang di-lounching,” jelasnya.

PT Telkom memberikan sarana berupa PC terkoneksi dengan infrastruktur fiber optic. Ia menambahkan, kecepatan akses fasilitas ini sepuluh mbps. PLUT Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diberikan fasilitas layanan gratis selama setahun. Selain itu PT Telkom juga memberikan edukasi berupa belajar melalui broadband learning center.

“Pelaku UMKM bisa mendapatkan panduan upload produk yang akan dipasarkan. Sehingga produk yang ditampilkan bisa dilihat secara luas baik di dalam negeri maupun manca negara. Diharapkan sarana ini dapat dimanfaatkan secara maksimal dan kawan-kawan bisa belajar secara digital,” ungkapnya.

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Rizky Fitrajaya/Huzari
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra