Pelaku UMKM Retail Konvensional Ikuti Edukasi UMKM Go Online

Pangkalpinang -  Guna membina para pelaku UMKM khususnya dalam memasarkan produk secara digital, pemerintah mendorong pelaku UMKM untuk masuk dalam sistem perdagangan digital atau dikenal dengan e-commerce. Bertempat di Gedung Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Bangka Belitung, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama-sama dengan relawan TIK dan e-commerce bukalapak.com bertempat di gedung LPMP mengadakan kegiatan pelatihan bagi UMKM Go Online bagi para 200 pelaku usaha mikro kecil dan menengah yang ada di Bangka Belitung, Rabu (04/10/2017).

Pelatihan yang diberikan untuk pelaku UMKM retail konvensional tersebut antara lain bagaimana cara menghasilkan gambar produk yang menarik, updating informasi terhadap produk yang dijual, pembuatan akun bagi pelaku UMKM untuk bergabung dalam e-commerce bukalapak.com. Materi pelatihan disampaikan langsung oleh tim BUKALAPAK.com.

Antusias juga disampaikan oleh peserta yang umumnya adalah pelaku usaha kecil. Seperti halnya Sri Yunita selaku penjual minuman sirup jeruk kunci dengan yang telah memulai usahanya sejak 2013. Sri berharap dengan adanya kegiatan pelatihan ini, produk yang dibuatnya bisa dikenal baik di pasar lokal maupun luar.

Hal senada juga diungkapkan Ami selaku pelaku usaha kecil makanan jenis salad. Produk salad tersebut sudah masuk dalam sistem online forum jual beli bangkabelitung.com. Sejak bergabung dalam forum tersebut, orderan atas produk yang Ia jual cukup banyak permintaan. Menurut Ami, keuntungan lain yang didapat bagi pelaku UMKM bahwa sistem dagang secara online diproduksi sesuai permintaan.

“Dari awal jualan saya langsung masuk forum jualbeli. Awalnya yang order tidak banyak namun perkembangan sekarang lumayan bahkan saya juga kadang terima order pesanan buat acara-acara. Dengan sistem online jumlah pesanan sudah pasti, jadi dalam membuat makanan sesuai pesanan jadi tidak ada yang tidak laku," jelas Ami.

Adapun pelaku UMKM yang ikut dalam kegiatan tersebut diikuti oleh pelaku UMKM usaha souvenir maupun UMKM produk makanan.

Sementara itu, Rina Butarbutar selaku Kasi Penerapan TIK Kementerian Komunikasi dan Informatika RI yang sekaligus penyelenggara kegiatan mengungkapkan bahwa kegiatan pembinaan UMKM go online adalah guna mewujudkan Indonesia sebagai digital energy asia melalui gerakan 100.000 UMKM go online. Namun yang utama adalah bagaimana membantu memperluas pangsa pasar dari pelaku UMKM khususnya di daerah yang selama ini terkendala dalam memasarkan produknya.

“Pemerintah memiliki visi bahwa di tahun 2020 Indonesia menjadi digital energy asia, dimana satu cara untuk mewujudkan hal tersebut adalah melalui peningkatan transaksi bisnis online produk lokal. Program UMKM go online ini juga merupakan satu cara untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan. Pemerintah menargetkan bahwa pada tahun 2020 terdapat 8 (delapan) juta UMKM yang sudah bisa memasarkan produk secara online,” ungkap Rina.

Rina juga menjelaskan bahwa berdasarkan data tentang kondisi transaksi elektonik produk UMKM, tercatat bahwa belum semua pelaku UMKM memasarkan produknya secara online, namun masih ada yang berbasiskan pada retail konvensional.

“Dari data yang  didapat khususnya terkait kondisi sebaran UMKM yang sudah melakukan transaksi usahanya berbasiskan pada sistem digital, tercatat masih ada 36 persen pelaku UMKM yang sistem transaksinya masih dengan cara konvensional atau belum tersentuh dunia digital,” jelas Rina.

Berangka dari kondisi tersebut, Rina menjelaskan bahwa salah satu fokus dari kegiatan UMKM Go Online yang telah dicanangkan oleh pemerintah melalui gerakan 100.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Go Online secara serentak di 30 kota/kabupaten di Indonesia. Tujuannya adalah membantu dan membina para pelaku UMKM retail konvensional dalam memasarkan produk yang dihasilkan.

Menurut Rina, pemerintah daerah akan melauching aplikasi online pada 21 November 2017 guna membantu memasarkan produk-produk lokal khususnya yang dihasilkan oleh pelaku UMKM konvensional retail. Guna mengembangkan aplikasi tersebut, Rina mengungkapkan pentingnya dukungan mengkampanyekan aplikasi tersebut serta kontrol terhadap kualitas barang dari para pelaku UMKM konvensional retail yang akan bergabung, serta jaminan dan keamanan transaksi melalui aplikasi tersebut.

“Program tersebut sangat bagus, nanti aplikasi yang akan dilaunching tersebut juga perlu dikampekan sehingga bisa dikenal publik, juga sistem keamanan transaksi dan kontrol dari kualitas barang –barang yang akan dipasarkan via online perlu diperhatikan khususnya dari sisi kemasannya,” ungkap Rina.

Dukungan pengembangan UMKM berbasis digital di Bangka Belitung juga disampaikan oleh Ketua Relawan TIK Bangka Belitung Akbar Riyadi. Menurut Riyadi bentuk dukungan pembinaan bagi UMKM yang dilakukan oleh relawan TIK berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diantaranya rencana pengembangan aplikasi LALAPER yang akan dilauching pada November 2017, kemudian membantu pembuatan akun bagi para pelaku UMKM retail konvensional yang akan bergabung dalam aplikasi tersebut.

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Stevani
Fotografer: 
Indra (Kontributor Dinas Komunikasi dan Informatika)