Pemprov Adakan Rapat Pembahasan Antisipasi dan Penanggulangan Peristiwa Kekeringan dan Kebakaran Lahan

PANGKALPINANG -  Upaya untuk mengantisipasi dan menanggulangi terjadinya peristiwa  kebakaran lahan dan kekeringan  pada masa musim kemarau di Bangka Belitung, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (05/08) mengadakan rapat pendahuluan mengenai masalah dampak kekeringan di ruang rapat wakil gubernur.

Rapat terbatas siang itu dipimpin oleh Pj. Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Kep. Bangka Belitung, Yulizar dan diikuti oleh perwakilan pimpinan sejumlah organisasi perangkat daerah dan instansi vertikal diantaranya OPD b
Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Pertanian provinsi/kabupaten, Sat Pol PP dan PDAM.

Terkait upaya antisipasi dan penanggulangan akan peristiwa kebakaran hutan/lahan yang terjadi di sejumlah wilayah yang ada di wilayah kabupaten/kota, Kepala BPDB Provinsi Kep. Bangka Belitung, Mikron Antariksa memaparkan sejumlah rekomendasi dan langkah aksi.

Langkah aksi kesiapsiagaan pemerintah dalam mengantisipasi dan menanggulangi akan peristiwa kekeringan dan kebakaran lahan/hutan dijelaskan Mikron Antariksa diantaranya; pertama dari sisi SDM dimana pemerintah provinsi akan melakukan pembentukan tim terpadu lintas instansi untuk penanggulangan dan antisipasi kebakaran lahan dan kekeringan.

Kedua, diungkapkan Mikron adalah dengan kesiapsiagaan ditinjau dari penyediaan logistik penyaluran air bersih ke daerah-daerah yang rawan dan terjadi peristiwa kekeringan dan kebakaran lahan.
“ saat ini untuk kesediaan logistik dan peralatan antisipasi rawan kekeringan dan asap yang dimiliki oleh pemerintah daerah baik pemprov maupun pemkab diantaranya adalah ketersediaan 7 unit truk tanki air bersih yang tersebar di BPDB provinsi, BPB Kesbangpol Kab.Bangka Tengah, Dinas Sosial, BKPSDM, Biro Umum selain itu agar dibentuk tim terpadu penanggulangan kebakaran lahan dan kekeringan”, ungkap Mikron.

Adapun luas wilayah di Bangka Belitung yang terdampak rawan kekeringan sebagaimana catatan BPBD provinsi diprediksi seluas 550.741 hektar yang tersebar di 128 desa/kelurahan.
Langkah lainnya dalam mengatasi akan peristiwa kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah, penyediaan sumber-sumber air bersih dan jaringan instalisasi penyaluran, optimalisasi pemanfaatan embung dan penyaluran cadangan air bersih melalui mobil tanki air dijelaskan Suhendar selaku Direktur PDAM Kab. Bangka adalah sejumlah langkah yang dilakukan oleh pihak PDAM dalam menanggulangi akan peristiwa kekeringan yang dialami warga di Kab. Bangka.
“ saat ini upaya mengatasi kekeringan di Kabupaten Bangka khususnya, PDAM sudah menyiapkan sumber-sumber air baru untuk disalurkan ke daerah-daerah yang mengalami kekeringan, kemudian untuk pertanian kami juga sudah menyiapkan menyiapkan embung yang disatukan dengan sumber-sumber air lama yang telah ada, dan untuk penyediaan mobil tanki air bersih PDAM dimana masyarakat yang mengalami kekeringan bisa melaporkan ke PDAM di nomor 92378 atau langsung melaporkan ke permohonan ke PDAM “, ungkap Suhendar.

Ditambahkan Suhendar untuk ketersediaan debit air yang dikelola oleh PDAM untuk wilayah Kabupaten Bangka dilaporkan saat ini masih dalam kondisi mencukupi.
“ debit air yang dikelola oleh PDAM wilayah Bangka saat ini masih mencukupi “, tutur Suhendar.

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Stevani
Fotografer: 
Stevani