Pemprov Ajak SRC Bersinergi Membangun Ekonomi Kerakyatan di Babel

Pangkalpinang - Plt Kepala Biro Ekonomi Prov Kep Bangka Belitung, Ahmad Yani membuka Festival Sampoerna Retail Community (SRC) Bangka Belitung di Cordela Hotel Pangkalpinang, Kamis (28/11/19).

Festival SRC ini diselenggarakan Paguyuban SRC Bangka Belitung dan diikuti seluruh perwakilan SRC Kab/Kota se Bangka Belitung. Festival SRC ini juga menampilkan display produk lokal atau produk UMKM seperti lada, kopi, dan oleh-oleh khas Bangka Belitung.

Plt Kepala Biro Ekonomi Provinsi Kep Bangka Belitung, Ahmad Yani, mengatakan bahwa pemerintah sangat mendukung kehadiran SRC Babel, dapat semakin besar dan kuat dalam membangun ekonomi kerakyatan.

"Kami dukung kehadiran SRC Babel. Mari kita sama-sama membangun ekonomi kerakyatan Babel demi tingkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Ahmad Yani menuturkan bahwa UMKM merupakan perintis dalam menggerakan ekonomi masyarakat. Hal ini terbukti pada saat krisis ekonomi 1998, dimana UMKM mampu bertahan dan menjadi penggerak ekonomi.

"Kehadiran UMKM menjadi pioneer ekonomi. UMKM mampu menggerak ekonomi kerakyatan," tuturnya.

Manager Area Territory Sampoerna Babel, Moh Ansori, mengatakan bahwa kehadiran pemerintah pada acara festival ini merupakan dukungan pemerintah agar SRC bisa ikut membangun ekonomi kerakyatan di Babel.

"Kehadiran pemerintah pada acara ini sebagai sebuah dukungan yang luar biasa bagi SRC. Sehingga SRC bisa bersinergi dengan pemerintah dalam membangun dan menggerakan ekonomi masyarakat di Babel," katanya.

Ia menjelaskan bahwa SRC itu sebagai paguyuban toko kelontong atau UMKM. Hingga saat ini, jumlah anggotanya sudah mencapai 350 toko kelontongan.

"Sudah 350 toko kelontongan, dan di pulau Bangka sudah mencapai 280 toko," jelasnya.

Selanjutnya Ia mengajak para anggota SRC Babel untuk menjadi lebih baik dalam menjalankan dan mengelola tokonya ditengah persaingan yang semakin besar. Untuk itu, anggota SRC harus berbenah diri menjadi lebih baik dan menggelorakan gerakan untuk berbelanja didekat rumah.

"Anggota SRC harus eksis dan tidak boleh kalah dengan toko retail modern. Toko SRC harus  RBT (rapi, bersih dan terang) agar mampu bersaing, semakin maju dan mampu menggerakan ekonomi kerakyatan di lingkungannya masing-masing," ujar Moh Ansori.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung menyampaikan bahwa pemerintah menyambut baik kehadiran SRC. SRC yang beranggotakan pelaku usaha toko kelontong menjadi bagian dari UMKM.

"Kita sambut baik kehadiran SRC dan siap membantu anggota SRC untuk berkembang," katanya.

Terkait kehadiran SRC, Ia pun mengajak para anggota SRC di Babel untuk memiliki ijin usaha yakni IUMK. IUMK ini menjadi legalitas atau pengakuan atas usahanya.

"Pelaku UMKM harus memiliki IUMK sebagai legalitas usahanya. Pemerintah siap bantu perijinan IUMK dan pengurusan IUMK ini gratis dan mudah melalui OSS," tambahnya.

Legalitas usaha memberikan banyak manfaatnya. Dengan IUMK, pelaku UMKM dapat mengikuti pelatihan, mendapatkan pendampingan, diakui usahanya dan memperluas akses pasar serta akses pembiayaan.

"IUMK banyak manfaatnya. Pengakuan atas usahanya, memperluas akses pembiayaan, mendapatkan pendampingan dan pengembangan akses pasar," pungkasnya.

Sumber: 
Dinas KUKM
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Surianto