Pemprov Babel Gelar Sholat Isya Berjamaah Dan Tabliq Akbar Dalam Menyambut HUT Provinsi Ke 17

Pangkalpinang – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang ke 17, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengajak jajarannya dan juga masyarakat untuk melaksanakan Sholat Isya berjamaah dan mengikuti Tabliq Akbar di halaman Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung pada Senin (20/11/2017) malam. Acara tabliq akbar ini menghadirkan seorang penceramaah, ulama dari mesir Syekh Ahmad Al Misry. Selain itu, kegiatan ini juga dapat didengarkan secara langsung oleh masyarakat luas melalui kanal radio inRadio 97,5 FM.

Acara malam tersebut semakin khidmat dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Quran Surat Ali Imran ayat 102-105 yang ditilawahkan oleh Qori Trisna Wijaya, dan pembaca Sari Tilawah oleh Aryadi Widi.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menyampaikan bahwa rangkaian Tablig Akbar ini baru dimulai saat peringatan ulang tahun Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang ke-17. Gubernur berharap, dengan adanya kegiatan tablig akbar tersebut akan memberikan keberkahan, iman dan taqwa bagi masyarakat provinsi Bangka Belitung. “Semoga ini keberkahan bagi kita semua, agar mengingatkan kita kepada Allah SWT pada semua yang telah kita raih hingga saat ini karena ridho Allah SWT,” ujar Gubernur.

Acara dilanjutkan dengan tausiyah oleh Syekh Aahmad Al-Misry, dimana dalam tausiyahnya Syekh Aahmad menekankan untuk saling mencintai sesama manusia agar mendapatkan ridha dan keberkahan dari Allah.

“Kalau kita saling mencintai, saling menyayangi, tidak saling menjatuhkan, saling mendoakan, saling memberi perhatian, senantiasa menjaga diri dan sikap kita, maka Allah memberikan keberkahan dimuka bumi untuk kita semua,” pesannya.

Lebih jauh, Syekh Ahmad Al Misry mengingatkan supaya tidak terlalu cepat menggerakkan jari jemari dalam menyebar berita yang belum tentu benar isi nya dalam media sosial.

“Jika memperoleh berita, harus diteliti dan tabayyun dahulu, karena jika tidak dikhawatirkan akan menimbulkan fitnah. Maka sebaiknya media sosial digunakan untuk hal yang bermanfaat seperti saling mengingatkan, bukan untuk saling menghujat,” ujar Syekh Aahmad.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
khalimo
Fotografer: 
Khalimo