Pemprov Babel Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Pangkalpinang - Sebagai wujud simpati dan duka mendalam terhadap korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 tujuan Jakarta - Pangkalpinang, seluruh Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengibarkan bendera setengah tiang.

Pengibaran bendera setengah tiang di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dilakukan berdasarkan Pasal 8 ayat (2) Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Pengibaran bendera setengah tiang ini dimulai pada tanggal 30 Oktober hingga 1 November 2018.

Selanjutnya, dihimbau kepada instansi lainnya untuk dapat mengibarkan bendera setengah tiang sebagai ungkapan dukacita dan belasungkawa untuk para korban serta keluarga yang ditinggalkan.

Kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 tujuan Jakarta - Pangkalpinang yang jatuh di sekitar Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10/2018) pagi sekitar pukul 06.33 menjadi peristiwa kelam dalam dunia penerbangan Indonesia serta meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Bangka Belitung, terutama keluarga besar ASN Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman meminta keluarga dari penumpang Peswat Lion Air Jt-601 untuk bersabar dan terus bermunajat kepada Allah agar diberikan hal yang terbaik.

”Saya berharap semua untuk bersabar, semoga Allah SWT memberikan yang terbaik kepada kita semua,” kata Gubernur saat melakukan konfrensi pers di Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Senin (29/10/2018).

Melalui data manifest, pesawat Lion Air JT 610 tersebut membawa 178 penumpang dewasa, satu anak dan dua bayi. Sedangkan awak pesawatnya terdiri dari satu pilot, satu co-pilot dan lima awak kabin.

Dari kejadian tersebut, terdapat beberapa Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang ikut serta dalam penerbangan. Mereka adalah Eryanto (Bappelitbangda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung), Tessa Kausar dan Muhammad Syafei (Sekretariat DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung), Ariawan Komardy dan Dony (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung).

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Ahmad fauzan syahzian