Pemprov Babel Percepat Penyelesaian Zonasi Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil

Pangkalpinang - Asisten Bidang Ekonomi Dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Ir. Budiman Ginting menghadiri acara Presentasi Terhadap Laporan Penyusunan tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZW3K) Kepulauan Bangka Belitung, bertempat di Hotel Bangka City Pangkalpinang, Rabu (18/10/2017). 

Menurut Budiman, penyusunan RZW3K dan penyelesaian perda zonasi wilayah pesisir dan pulau pulau kecil di Bangka Belitung masih dalam proses pengkajian. Pasalnya penyusunan zonasi tersebut harus berhati-hati dan lebih cermat karena zonasi tersebut akan berpengaruh terhadap masa depan daerah Bangka Belitung.

"Penyusunan zonasi ini akan menyangkut masa depan Bangka Belitung di masa yang akan datang. Apalagi sekarang sudah diundangkannya Undang-undang tentang kelautan, maka pemanfaatan zonasi ini harus lebih cermat dan perlu lebih berhati-hati," ujar Budiman saat ditemui disela-sela kegiatan presentasi draft Laporan Zonasi Wilayah Pesisir Dan Pulau Kecil.

Budiman juga menambahkan bahwa pemanfaatan laut yang ada di Bangka Belitung berbeda dengan pemanfaatan yang ada di provinsi lain. Pasalnya laut di Bangka Belitung sangat erat dihubungkan dengan pengembangan pariwisata, pengelolaan pertambangan dan konservasi lingkungan sehingga membutuhkan proses yang lebih lama untuk menyelesaikan kawasan zonasi.

Selain kawasan zonasi tersebut dimanfaatkan untuk kawasan pertambangan, pengembangan wisata dan konservasi lingkungan, Budiman juga menitikberatkan bahwa kawasan zonasi tersebut juga dipertimbangkan bagi kawasan penangkapan ikan oleh nelayan dengan tujuan menjaga agar para nelayan tidak dirugikan dalam mencari nafkah.

"Para penangkap ikan juga harus dilibatkan dalam diskusi ini, karena mereka juga mencari makan disana. Mereka bukan mencari kaya hanya berusaha untuk menyambung hidup, maka nanti kita juga akan dengar bentuk aspirasi mereka seperti apa," tutur Budiman.

Hingga saat ini, Budiman mengatakan sebanyak 43 (empat puluh tiga) titik penangkapan ikan di Bangka Belitung yang harus dipertimbangkan untuk dilindungi. "Saya memperhatikan sebanya 43 (empat puluh tiga) titik penangkapan ikan yang perlu dilindungi. Nelayan yang ada di Bangka Belitung, misalnya di Pusuk mereka menjadi nelayan tidak setiap hari, kadang-kadang mereka juga bertani dan jika hari Sabtu dan Minggu mereka mencari kepiting. Kondisi tersebut yang perlu dipertimbangkan juga dalam menentukan wilayah zonasi nantinya," tambah Budiman.

Sampai sekarang Kabupaten Belitung Timur dan Kabupaten Bangka Tengah yang telah menyelesaikan draft Perda Zonasi, sedangkan 5 (lima) daerah kabupaten/kota lainnya masih dalam proses menyelesaikan draft zonasi di wilayahnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Nita