Pemprov MoU dengan Taiwan untuk Beasiswa S1 dan Magang Kerja

PANGKALPINANG - Pemerintah Provinsi Kep Bangka Belitung terus berupaya meningkatkan kualitas SDM di Bangka Belitung. Salah satu caranya adalah MoU antara Pemprov Kep Babel dengan Universitas Taiwan tentang Beasiswa S1 dan Magang Kerja bagi pelajar-pelajar Bangka Belitung di Taiwan.
 
Pihak Taiwan menawarkan program beasiswa bagi tiga ratus orang di empat di Taiwan. Kempat universitas tersebut yakni Hsing Wu University, MeiHo University, Chia Nan University dan Far East University. Selain kuliah pelajar ini juga akan magang kerja di HongFu International Company Taiwan.
 
Erzaldi Rosman Gubernur Kep Bangka Belitung menyatakan ini program sangat luar biasa dan belum ditawarkan dimana pun. Program ini merupakan kesempatan yang baik untuk anak-anak Bangka Belitung dan pemerintah pun sangat mendukung program yang ditawarkan Hong Fu International Company dan beberapa Universitas di Taiwan.
 
"Program ini sangat baik dan mungkin tidak ada kesempatan kedua. Rugi kalau tidak ambil dan ikut dalam program ini. Ini kesempatan berharga agar anak-anak kita mandiri dan mampu bersaing," ucapnya saat Penandatangan MoU antara Pemrov Kep Babel dengan Taiwan tentang beasiswa S1 di Universitas Taiwan dan Magang Kerja, di Ruang Pasir Padi Kantor Gubernur Kep Babel, Pangkalpinang, Rabu (12/07/17).
 
Terkaitkan program ini masih terdapat keragauan orang tua untuk mengirimkan anak-anaknya. Ia menjelaskan bahwa program ini merupakan inisiatif pihak Taiwan dan telah sesuai dengan prosedur dan telah disurvei oleh pemerintah. Program ini menawarkan sekitar 300 beasiswa S1 dan magang kerja di Taiwan. Untuk itu masyarakat khususnya para orang tua dan siswa tak perlu khawatir lagi. Didalam MoU ini ada jaminan hidup, jaminan gaji, jaminan tempat tinggal dan asuransi.
 
"Semua ditanggung pihak Taiwan. Jadi jangan takut dan tak mau lepas dari orang tua. Anak-anak kita harus mandiri. Mr Lin datang menawarkan kerja dan kuliah. Uang dapat, pendidikan dapat, kembali ke Babel membawa kesuksesan," jelasnya.
 
Selain jaminan-jaminan yang ditawarkan pihak Taiwan, Erzaldi meminta agar pihak Taiwan bisa membangun industri di Babel. Agar setelah pelajar ini menyelesaikan kuliahnya, mereka tetap dapat bekerja sekembalinya ke Bangka Belitung.
 
"Perusahaan Tiawan harus berinvestasi di Babel agar setelah selesai ini mereka tidak bingung dan bisa bekerja. Babel memikiki potensi dan sangat menarik untuk investasi karena Babel memiliki timah sebagai bahan baku industri IT," paparnya.
 
Erzaldi mengharapkan selama di Taiwan anak-anak harus mampu mengikuti program ini dengan baik. Dimana, pada tahun pertama anak-anak akan kuliah, sedangkan pada tahun kedua, dalam seminggu anak-anak akan magang selama 5 hari, kuliah 1 hari dan libur satu hari.
 
"Jadi lah orang baik. Kalian penerima beasiswa ini harus mampu merubah karakternya menjadi orang yang pekerja keras, disiplin, jujur dan jangan cerudik," harap Gubernur.
 
Sebelumnya, Prof Lin Jiao Sou Perwakilan Taiwan mengatakan program ini merupakan program pertama kali yang ditawarkan pihak Taiwan ke Indonesia. Pada program ini pada tahun pertama anak-anak akan belajar dan dikenalkan ke perusahaan. Tahun kedua banyak kesempatan magang di perusahaan. Dalam magang nanti, anak-anak mendapat gaji dengan jam kerja delapan jam sehari.
 
"Anak-anak magang di group perusahaan HongFu Internasional dan dibayar gajinya. Mereka bekerja selama delapan jam sehari," jelasnya.
 
Untuk memudahkan adaptasi anak-anak di Taiwan, Mr Lin mengatakan anak-anak akan didampingi dua orang tutor. Kedua tutor ini akan bekerjasama untuk mengenalkan lingkungan agar mempermudah adaptasi anak-anak.
 
"Jika anak-anak mudah beradaptasi, anak-anak ini akan sukses," tutupnya.
Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Surianto/Adi Tri
Fotografer: 
Adi Tri