Pengawasan Masyarakat Diperlukan Untuk Hasilkan Pemilu Yang Demokratis

PANGKALPINANG- Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul  Fatah menghadiri kegiatan Gerakan Masyarakat Pengawasan Partisipatif (GEMPAR) bertempat di Alun-Alun Taman Merdeka Pangkalpinang, pada Sabtu (3/11/2018) malam. 

Kegiatan ini dilaksanakan Badan pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kepulauan Bangka Belitung  dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengawasan pelaksanaan Pemilu 2019.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Bawaslu RI dan perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,  Bawaslu Kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,  Ketua KPU Provinsi Kepulauan Bangka Belitung , Mahasiswa Ormas/LSM dan para komunitas yang tergabung dalam GEMPAR.

Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah mengatakan tujuan dalam pelaksanaan ini adalah memaknai GEMPAR sebagai pengawasan strategis yang datangnya dari masyarakat dan seluruh elemen masyarakat.

"Gerakan Masyarakat Pengawas Partisipatif merupakan hal yang sangat strategis bagi masyarakat karena masyarakat yang terlibat dalam pesta demokrasi nantinya dan sekaligus juga melakukan pengawasan," ungkap Wakil Gubernur.

Wakil Gubernur juga melanjutkan melalui pengawasan oleh seluruh masyarakat maka masyarakat ikut terlibat dan akan memberikan penyelenggaraan pemilu secara damai, transparan dan demokratis.

Wakil Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan pengawasan dalam penyelenggaraan pemilu legislatif dan pemilu presiden berjalan lancar, aman dan damai.

Sementara itu Ketua Bawaslu RI Abhan mengatakan deklarasi GEMPAR merupakan perwujudan dari semangat masyarkat yang ada di Bangka Belitung dalam mensukseskan penyelenggaraan pemilu di Indonesia. 

Lanjut Abhan, semangat GEMPAR harus tetap dijaga dengan baik sehingga peran dan tanggung jawab masyarakat  dalam mensukseskan pemilu dapat berjalan dengan baik dan sukses.

Abhan juga mengajak masyarakat untuk menjaga kondisi yang kondusif dalam penyelenggaraan Pemilu. "Masyarakat juga memiliki peran yang aktif untuk menghindari ujaran kebencian ataupun berita bohong (hoax)," kata Abhan.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Sentosa (Pranata Humas Biro Humas dan Protokol)