Penggunaan Dana Desa Tahap 3 Difokuskan untuk Mengatasi Masalah Stunting

Muntok - Kepala Dinas Pemberdayaan masyarakat dan Desa Provinsi Kep. Bangka Belitung mengajak semua Kepala Desa di Kab. Bangka Barat untuk semakin serius memperhatikan kesehatan ibu hamil dan anak dan memfokuskan penggunaan dana desa tahap 3 (tiga) untuk mengatasi masalah Stunting hal tersebut diungkapkan pada saat rapat evaluasi terhadap penggunaan dana desa dan penanganan Stunting di Kantor Bupati Bangka Barat, Selasa(10/9/16).

Adapun penyebab utama Stunting adalah kekurangan gizi kronis dalam waktu yang lama sejak bayi dalam kandungan. Lebih lanjut Yuliswan mengatakan penggunaan dana desa jangan hanya untuk infrastuktur tapi pikirkan juga untuk pembinaan Sumber Daya Manusia dan Kapasitas Aparatur sesuai kompetensinya.

Pencairan dana desa tahap 3 (tiga) agar dapat segera dilaksanakan dan adanya wacana Kepala Desa akan diberikan Nomor Induk Pemerintah Desa,"tegasnya.

Yuliswan juga menginginkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) melakukan pengawasan terhadap penggunaan dana desa di desa dan laporan dana desa dikoordinasikan dengan Pendamping Lokal Desa (PLD) dan berkoordinasi yang baik dengan camat.

Sementara itu Sekda Bangka Barat Drs. H. Yunan Helmi mengatakan penyerapan dana desa Kab. Bangka Barat mencapai 76,26 pesen pada triwulan ke-2. Bahkan pencapaian ini dinilai No. 2 tertinggi penyerapan dana desa se_Provinsi Kep. Bangka Belitung.

Penggunaan dana desa yang dialokasikan diharapkan dapat digunakan secara tepat sasaran dan digunakan sesuai kebutuhan dan harus adanya komunikasi dan koordinasi dengan atasan.
Dana desa harus disampaikan secara transparan, akuntabilitas dan penggunaanya harus sesuai dengan petunjuk,"tegasnya.

Rapat diikuti oleh Kanwil Dirjen Perbendaharaan Prov. Kep. Babel, Dinas Kesehatan Prov. Kep. Babel, Dinsos Pemdes Kab. Bangka Barat, Camat kab. Bangka Barat, Kepala Desa Kab. Bangka Barat,dan Tenaga Ahli (TA).

Sumber: 
DPMD Babel
Penulis: 
Ratna