Pentas Seni Budaya Jaga Kelestarian Budaya Babel

PANGKALPINANG--Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Disbudpar Babel) melalui Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan Zuardi mengatakan tentang pentingnya pementasan seni budaya demi melestarikan khasanah budaya lokal, khususnya warisan budaya Bangka Belitung. Menurutnya, dengan adanya pentas seni budaya dapat menjaga eksistensi kearifan lokal di zaman yang serba modern ini.

“Di zaman seperti sekarang ini, pementasan seni budaya harus lebih sering digiatkan. Ini merupakan salah satu upaya kita untuk melestarikan budaya, terutama menjaga warisan budaya Bangka Belitung agar tak hilang ditelan zaman,” kata Zuardi saat ditemui di ruang kerjanya Kamis (15/2).

Masih dikatakan Zuardi, Disbudpar Babel saat ini sudah mulai menjalankan program pelestarian budaya dengan kegiatan pentas seni budaya yang di dalamnya ada tarian tradisional, kelompok musik tradisional, barongsai, dan pasangan Bujang Dayang Bangka Belitung yang dapat ditampilkan pada acara-acara pemerintahan, swasta, atau pun paguyuban.

Zuardi menambahkan bahwa melalui kegiatan pentas seni budaya, kearifan lokal Bangka Belitung memiliki wadah tersendiri untuk dapat terus ditampilkan dan disosialisasikan. Penampilan yang disuguhkan tidak hanya berfungsi untuk penyambutan tamu, tapi juga menjadi sebuah tontonan tradisonal yang sarat akan nilai kearifan lokal Bangka Belitung.

Tahun 2018, Disbudpar Babel sudah mengalokasikan 35 kali pementasan seni budaya. Bantuan pementasan yang diberikan disesuaikan dengan permintaan dari pihak penyelenggara kegiatan, mulai di tari, dambus atau rudat, barongsai, hingga pasangan Buajng Dayang atau dapat juga dikolaborasi.

“Dari 35 kali Pementasan seni budaya itu termasuk tarian tradisional, kelompok musik dambus atau rudat, dan barongsai. Kita juga mengalokasikan untuk 12 pasang Bujang Dayang,” kata Sinta selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Untuk penerimaan tamu kehormatan di bandara, lanjut Sinta, biasanya hanya menampilkan Tari Sambut. Namun jika untuk acara yang diselenggarakan di dalam ruangan atau gedung, dapat ditampilkan dua tarian, yakni Tari Sambut dan tarian kreasi. Atau dapat juga tarian sekaligus diiringi oleh kelompok musik dambus.

Untuk memanfaatkan bantuan ini, masyarakat ataupun instansi cukup mengirimkan surat permohonan atau proposal yang ditujukan kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kemudian surat atau proposal tersebut akan diteruskan untuk ditindaklanjuti oleh Bidang Pengembangan Kebudayaan.

Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan berbagai sanggar seni kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Mereka yang tampil bergantung dari kesiapan tim sanggar yang dapat mengikuti jadwal acara yang diminta.

 

 

 

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Ernawati Arif (Pranata Humas Disbudpar Babel)
Fotografer: 
Rafiq Elzan
Editor: 
Irwanto