Penyusunan Anggaran Harus Menyentuh Kepentingan Masyarakat

Pangkalpinang – Menggunakan anggaran dan menjalankan program harus betul-betul menyentuh kepentingan masyarakat. Eksekutif bersama anggota dewan hendaknya dapat mewujudkan anggaran efektif, sehat dan kuat. Jika terjadi kekurangan anggaran bisa meminta bantuan pemerintah provinsi, untuk itu perlu koordinasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi dalam penyusunan anggaran.

Demikian dikatakan Erzaldi Rosman Gubernur Kepulauan Bangka Belitung saat acara Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Ibnu Saleh sebagai Bupati Bangka Tengah sisa masa jabatan 2016-2021 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di ruang pertemuan Pasir Padi, lantai III, kantor gubernur, Kamis (27/7/2017).

“Sudah menjadi tugas pemerintah menggerakan perekonomian di Bangka Belitung agar menjadi kuat. Jika berbicara anggaran, semuanya kurang. Namun pemerintah harus pandai memanfaatkan uang yang ada. Sebab sebanyak apapun anggaran jika tidak dimanfaatkan secara maksimal, anggaran tersebut tidak bermanfaat,” tegasnya.

Tugas Bupati Bangka Tengah ke depan cukup banyak. Gubernur menjelaskan, salah satunya menyukseskan kegiatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2018. Karena Bangka Tengah menjadi tuan rumah, banyak fasilitas olahraga dibangun di daerah ini. Fasilitas olahraga porprov itu menjadi modal bagi Bangka Belitung menawarkan diri menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan PON 2024.

Semua kabupaten/kota mendapatkan jatah fasilitas olahraga. Ia menambahkan, jika di Kabupaten Bangka Tengah sudah ada kolam renang, maka di kabupaten lain membuat fasilitas olahraga berbeda. Kepala daerah harus bisa melaksanakan kegiatan pemerintah secara baik, kepemimpinan ini hendaknya dapat memberi kemajuan bagi Kabupaten Bangka Tengah.

Gubernur juga mengingatkan agar Bupati tetap menjalankan visi dan isi yang telah dibuat dan direncanakan. Kabupaten Bangka Tengah berada di tengah-tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan kondisi cukup baik dan terus berkembang baik. Di sisa masa jabatan jangan terlena, sehingga dapat berbuat menjadi lebih baik lagi.

Menjadi bupati merupakan hal sulit. Gubernur menyarankan setelah pelantikan jangan mengubah sikap dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Jabatan ini paling lama sepuluh tahun dan pemimpin merupakan berkah dan rahmat, sehingga sedapat mungkin memberikan kebahagian kepada masyarakat. Jika tidak bisa memanfaatkan ini, maka hidup akan menjadi sia-sia.

“Buatlah kebahagian-kebahagian luar biasa, karena kebahagian luar biasa menjadi suatu energi tidak dapat dinilai dengan uang. Energi kebahagian ini dapat menggerakan dan menjadi dasar menjalankan aktivitas. Jaga kesehatan dan harus bisa mengukur kemampuan diri sendiri maupun kemampuan staf. Selain itu harus pintar mengatur waktu,” pesannya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky/Huzari
Fotografer: 
Rizky