Percepatan Realisasi Desa Smart, 34 BUMDes Ikut Bimtek

PANGKALPINANG -- Sebanyak 34 BUMdes se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengikuti bimtek di Hotel Bangka City Selasa (13/3). Salah satu tujuan kegiatan ini untuk mempercepat realisasi desa smart dan mempermudah masyarakat desa mendapatkan kebutuhan pokok.

Yuliswan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, setelah mengikuti kegiatan ini diharapkan pengurus BUMdes memahami mengenai manajemen bisnis. Sehingga pengurus BUMdes mampu menentukan bisnis sesuai potensi dan kebutuhan desa.

"Sekarang ini terdata sebanyak 309 desa se Bangka Belitung. Namun baru terbentuk 201 BUMDes dan yang mendapatkan kesempatan mengikuti bimbingan teknis ini hanya 34 BUMDes saja," kata Yuliswan saat membuka Bimtek Bagi Pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) se-Bangka Belitung.

Bimtek bagi pengurus BUMDes diberikan secara bertahap, hal ini dikarenakan keterbatasan dana. Yuliswan mengatakan, karena kesempatan ini sangat terbatas, hendaknya dapat dimanfaatkan peserta bimtek sebaik-baiknya. Agar melalui kegiatan ini bisa mendapatkan dan menambah pengetahuan.

"Peserta jangan hanya sekadar datang, tanyakan langsung jika tidak paham. Usai mengikuti kegiatan ini, bisa paham mengelola unit usaha sehingga berjalan secara baik," harapnya.

Dana desa di tahun 2017 sekitar Rp 261 miliar, kemudian di tahun ini meningkat menjadi Rp 264 miliar lebih. Menurut Yuliswan, untuk mengelola dana ini dibutuhkan sumber daya manusia paham manajemen. Pasalnya, setiap desa mendapatkan dana sekitar Rp 700 hingga Rp 900 juta.

Jika memahami manajemen, jelas Yuliswan, pengurus BUMdes bisa mengelola modal secara baik. Jangan sampai setelah mendapatkan bantuan modal, kemudian tidak mengetahui kemana modal itu dibelanjakan. Padahal semua aliran keuangan perlu dipertanggungjawabkan.

"Kembangkan BUMDes sesuai potensi di desa. Nanti dibentuk desa smart dalam rangka membantu dan meringankan beban masyarakat mendapatkan sembako. Semula distribusi barang panjang, nanti tidak lagi," ungkap Yuliswan.

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Irwanto