Peringatan Maulid Nabi Di Kemuja Berjalan Meriah

Kabupaten Bangka - Sejak Festival Seni Budaya Islam dan Melayu Babel digelar, telah banyak kegiatan yang telah dilakukan. Festival tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW 1439 H pada Sabtu (18/11), yang bertempat di lapangan Bola Desa Kemuja, Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka. 

Acara tersebut diisi dengan beragam kegiatan perlombaan, seperti Lomba Dambus, Lomba Rudat dan Lomba Permainan Tradisional Kerito Surong. Lomba tersebut menarik minat masyarakat untuk menghadirinya dan kegiatan tersebut merupakan hal yang membanggakan bagi warga Desa Kemuja Kabupaten Bangka.

Dan pada hari Kamis pagi (30/11/2017), Acara Festival Budaya Islam dan Melayu Babel ini juga melakukan arak arakan Tudung Saji terbesar dengan ukuran berdiameter 7,8 meter dan tinggi mencapai 1,5 meter. Tudung saji tersebut berhasil memperoleh Piagam Penghargaan dari Museum Rekor Indonesia atas Pemecahan Rekor Tudung Saji Terbesar yang sebelumnya pernah dicatat oleh Rutan Mamuju Sulawesi Selatan pada 2013 lalu, dengan ukuran diameter 3.5 meter dan tinggi 90 centimeter.

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, H. Marwan mengatakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sangat mengapresiasi kreatifitas rmasyarakat Desa kemuja dalam melestarikan adat budaya Maulid Nabi Muhammas SAW.

"Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sangat mendukung dengan kegiatan seperti ini dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas kebersamaan warga Desa Kemuja dalam pelestarian Adat Istiadat.  Jugs menjadi kebanggaan bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan berhasilnya memecahkan rekor MURI Tudung Saji Terbesar di Desa Kemuja. Dan Desa Kemuja merupakan wilayah yang sudah ditetapkan sebagai Wilayah Pariwisata Religi," kata Marwan.

Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Bangka Tarmizi Saat yang mengapresiasi kegiatan Festival Budaya Islam dan Budaya Melayu Bangka Belitung.

"Kreatifitas warga Desa kemuja ini sangat membanggakan. Semua berharap kegiatan pelestarian adat budaya ini bisa terus berlangsung melalui pembinaan dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bangka dan juga Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," ungkap Bupati Bangka.

Rangkaian kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut dilanjutkan dengan tradisi Nganggung yang berarti mengangkat atau memindahkan makanan didalam sebuah dulang dan ditutup oleh Tudung Saji untuk dibawa ke Masjid, dan selanjutnya disantap bersama sama.

"Nganggung ini adalah salah satu kekayaan tradisi Negeri Serumpun sebalai yang patut kita jaga dan lestarikan, jangan sampai tergerus dan hilang di era modern seperti saat ini. Kita berharap warisan budaya ini dapat dilanjutkan oleh generasi berikutnya,"  jelas H. Syamsudin selaku Tokoh Masyarakat Desa Kemuja.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
B_Gumay