Pers harus Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

PANGKALPINANG--Media dan insan pers memiliki tugas besar dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Apalagi saat ini era digitalisasi dan media sosial yang semakin pesat menuntut insan pers menyajikan informasi yang akurat dan terverifikasi, sehingga memberikan pemahaman kepada masyarakat.

"Saat ini informasi yang berkembang dan tersaji di media sosial begitu banyak. Namun, banyak dari informasi itu hoax dan menyampaikan ujaran kebencian. Untuk itu media pers, baik cetak, online, dan elektronik harus memberikan pencerahan kepada masyarakat dengan menyajikan informasi atau berita yang akurat, jelas, dan bermanfaat," kata Ahmad Djauhar, Wakil Ketua Dewan Pers,  saat membuka kegiatan workshop "Bakti untuk Negeri" di Hotel Santika, Pangkalan baru, Kamis (13/9/2018).
Menurut Djauhar penyebaran berita hoax di media sosial saat ini seperti terstruktur yang tujuannya sangat beragam.

"Kalau pers sudah pasti media, tapi tidak semua media adalah pers. Media yang dikatagorikan  pers  jika  menyajikan berita atau informasi  yang  mengandung  kebenaran, akurat dan terverifikasi. Maka dari itu media pers tidak akan menyajikan hoax, ujaran kebencian, hasutan yang bisa berpotensi kepada disintegrasi bangsa," katanya.

Untuk itu lanjutnya, setiap insan pers harus memahami Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan berpedoman pada kode etik jurnalistik dalam dalam proses jurnalistiknya.

Anggota Dewan Pers lainnya yaitu Imam Wahyudi menambah, pers harus mendorong pelaksanaan pemilu yang berkualitas. Pers berperan menjembatani pelaksanaan pemilu antara penyelegara yaitu KPU dan Bawaslu dengan masyarakat.

"Tentu yang terpenting juga media pers harus adil kepada peserta pemilu. Pers harus mendorong partisipasi masyarakat dalam pemilu dalam arti masyarakat harus menggunakan hak suaranya tanpa intimidasi dari pihak manapun," kata Wahyudi.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Mamaq
Fotografer: 
Mamaq