Pertemuan Senior Official's Meeting IMT GT Rumuskan Enam Kerjasama

Pangkalpinang -  Deputi Bidang Kerja Ekonomi Internasional Kementerian Perekonomian RI, Rizal Affandi Lukman yang juga selaku Senior Official’s Meeting dari delegasi Indonesia mengungkapkan terdapat enam rumusan kerjasama yang telah disepakati oleh seluruh delegasi negara yang tergabung dalam pertemuan Senior Official's Meeting (SOM) Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle (IMT-GT). 

Rizal mengungkapkan enam kesepakatan yang dihasilkan oleh seluruh delegasi dalam pertemuan tersebut mencakup kerjasama untuk pertanian, produk dan jasa halal, pengembangan pariwisata, transportasi dan ICT, kerjasama perdagangan dan investasi serta forum gubernur. “Dalam SOM juga membahas kerjasama bidang ICT, karena ICT ini sangat penting untuk mendukung peran penting untuk meningkatkan ekonomi dan pengembangan UKM,” jelas Rizal.

Rizal juga menjelaskan hasil kesepakatan tersebut akan dibawa dalam pertemuan khusus Menteri Perekonomian tiga negara dengan seluruh Gubernur se-Sumatera untuk dibahas lebih lanjut bentuk kerjasama yang akan disepakati untuk dilaksanakan di wilayah Sumatera. 

Dalam pertemuan tersebut, para delegasi juga menyepakati dan membahas mengenai kerja sama antar universitas yang masuk dalam wilayah IMT –GT. “Tadi juga dibahas mengenai University Network. Untuk Indonesia ada 11 universitas di wilayah Sumatera, 4 universitas di negara Thailand dan 8 universitas di negara Malaysia yang tergabung dalam IMT – GT  University Network. Nantinya kerjasama ini akan melakukan riset dan penelitian dalam rangka untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di tiga negara IMT –GT,” ungkap Rizal.

Selain itu, rumusan mengenai perluasan kota yang ramah lingkungan juga masuk dalam pembahasan yang akan dibawa dalam pertemuan khusus Kementerian Perekonomian dengan Forum Gubernur se- Sumatera.

“Para delegasi masing-masing negara memandang pentingnya kerjasama pengembangan kota yang ramah lingkungan. Untuk di Indonesia sendiri di wilayah Sumatera berada di Batam dan Medan, begitu juga dengan negara Malaysia dan Thailand yang  memiliki kawasan –kawasan khusus ramah lingkungan. Dari hasil pertemuan tersebut pentingnya pengembangan kawasan yang ramah lingkungan di wilayah lainnya yang termasuk dalam IMT-GT,” ungkap Rizal.

Sementara dari hasil pertemuan Government to Government (G2G), dirumuskan 6 (enam) kerjasama yang disepakati. Kerjasama tersebut adalah di bidang pariwisata, pertanian, infrastruktur dan konektivitas, dan perhubungan di wilayah Bangka Belitung masuk ke dalam kerjasama tersebut.

Assisten II Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Budiman Ginting menjelaskan pengembangan sektor perhubungan di Bangka Belitung termasuk dalam kerjasama tol Trans Sumatera. "Kerjasama infrastuktur seperti Jembatan Emas masuk dalam kerjasama Tol Trans Sumatera. Kerjasama ini sebagai bentuk dukungan IMT GT terhadap Tol Trans Sumatera dari Aceh hingga Lampung,” ungkap Budiman.

Sementara itu dari sektor pendidikan, 6 perguruan tinggi di Bangka Belitung telah menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan University Kebangsaan Malaysia. Budiman juga mengungkapkan sebagai tuan rumah , diharapkan dapat memanfaatkan momentum IMT GT untuk mendukung percepatan pembangunan di Bangka Belitung dengan memasukkan program strategis melalui kerjasama IMT GT. .

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Stevani/Nonadp