Pertemuan Tingkat Menteri IMT GT Ke-23 Rumuskan Kerjasama Ekonomi

Pangkalpinang – Pertemuan tingkat Menteri tiga negara Asia yakni Indonesia Malaysia dan Thailand menjadi puncak acara kegiatan IMT GT ke 23 tahun 2017 yang dilaksanakan di kota Pangkalpinang sebagai tuan rumah (29/09/2017). Dalam pertemuan tingkat menteri tersebut Menteri Koordinator bidang Perekonomian RI Darmin Nasution bertindak sebagai pimpinan rapat, sedangkan dari pihak negara Malaysia adalah Datuk Rahman Dahlan selaku Menteri dari Kantor Perdana Menteri Malaysia, dan dari pihak Thailand dipimpin oleh Mr. Arckom Termpitayapaisith selaku Menteri Transportasi.

Pertemuan tingkat menteri ini dijelaskan oleh Menko dalam konferensi persnya, memiliki agenda yang membahas beberapa rumusan kerjasama ekonomi sub-regional berdasarkan lanjutan dari pertemuan IMT GT Summit pada bulan april lalu di Manila.

“Rumusan yang dibahas dalam pertemuan tingkat menteri hari ini merupakan tindak lanjut dari beberapa arahan kepala negara IMT GT pada saat pertemuan IMT GT Summit bulan april lalu di Manila,” jelas Darmin.

Adapun beberapa rumusan kerjasama yang dibahas dalam pertemuan tingkat menteri hari ini mencakup kerjasama Pengembangan Proyek Konektivitas dan ICT di kawasan IMT GT, Pengembangan Pariwisata, kerjasama di dalam Sektor Pertanian, Perdagangan dan Investasi, Pengembangan SDM, dan Pengembangan Halal Produk dan Jasa.

Dalam penjelasannya, untuk kerjasama pengembangan konektivitas diungkapkan Darmin bahwa negara-negara IMT GT sepakat mengimplemetasikan proyek konektivitas senilai US$ 47 milyar. Hal ini untuk pengembangan infrastruktur bandar udara, pelabuhan, jalan, jembatan, dan kereta api.

Adapun proyek konektivitas di Indonesia yang dilaksanakan untuk wilayah Sumatera antara lain; Tol Sumatera, Jalur Kereta Api Trans Sumatera, dan Bandar Udara Hanandjoedin Tanjung Pandan Belitung.

Sedangkan untuk pengembangan pariwisata, negara yang tergabung dalam IMT GT sepakat untuk mempromosikan pariwisata lintas batas melalui paket destinasi wisata tunggal yang berkelanjutan, inklusif, serta kompetitif.

“Rumusan kerangka strategi pariwisata salah satunya dengan mempromosikan wisata lintas batas dengan melahirkan paket tunggal wisata antar IMT GT,” ungkap Darmin.

Pada sektor pertanian dan perkebunan, disepakati untuk pengembangan komoditas pertanian dan perkebunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dalam pengembangan sumber daya manusia diimplementasikan dalam kerja sama antar universitas di wilayah IMT GT, melalui Uninet Charter.

Sedangkan rumusan inisiatif kerjasama perdagangan dan investasi antara tiga negara, Menurut Darmin sepanjang tahun 2012 hingga 2015, mengalami peningkatan. “Sepanjang tahun 2012 hingga 2015 total investasi ke wilayah IMT GT meningkat hingga 19%, dari USD 12,6 milyar pada tahun 2012 menjadi USD 15,1 milyar pada tahun 2015,” terang Darmin.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Stevani / Khalimo
Fotografer: 
NonaDp