Peserta AIESEC Kunjungi SMA Negeri 1 Merawang

 

Merawang - SMA Negeri 1 Baturusa Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka mendapat kunjungan 10 (sepuluh) peserta dari Anggota AIESEC (Association for the International Exchange of Students in Economics and Commerce) pada Rabu (09/08). AIESEC adalah organisasi kepemudaan dunia yang telah berdiri sejak 1948, berkantor pusat di Rotterdam – Belanda.

Sebanyak 9 (Sembilan) negara yang tergabung dalam kunjungan AIESEC ke Babel ini, diantaranya Srilangka, Iran, Mesir, Turki, Armenia, Maroko, China, Aljazair dan Korea Selatan. Tujuan mereka sendiri adalah untuk menyelesaikan projek “little world in Bangka Belitung”, yaitu satu program AIESEC dalam mengembangkan budaya, pariwisata dan lingkungan.

Nizar Saputra, Ketua Panitia AIESEC, serta anggota AIESEC Indonesia dari Universitas Lampung (Unila) mengatakan salah satu tujuan kunjungan ke SMA Negeri 1 Merawang ini adalah untuk bertukar budaya. “Untuk melihat bagaimana culture di Babel, juga menceritakan budaya dari negara asalnya,” ungkap Nizar.

Selain itu, menurut Nizar para anggota AIESEC sangat tertarik dengan sambutan yang diberikan pihak sekolah dan para siswanya, sebab sejak awal kedatangan mereka langsung disapa oleh Pasukan Pengibar lBendera, menyaksikan tarian sambut dan tari Mutik Sahang, Pencak Silat hingga lomba-lomba tradisional seperti lomba makan kerupuk, tarik tambang, nganggung (makan bersama) dengan makanan khas Bangka dan sebagainya. “ Mereka tampak senang, sangat tertarik dan respon mereka sangat positif,” tutur Nizar.

Tidak hanya mendapat sambutan dan kesempatan mengenal budaya Bangka Belitung saja, mereka juga berkesempatan memperkenalkan masing-masing negaranya melalui presentasi singkat di depan para Guru dan Siswa Pelajar SMA Negeri 1 Merawang ini. Diantaranya menjelaskan arti bendera, makanan khas hingga mempromosikan wisata negara mereka.

Para peserta AIESEC sangat antusias terhadap Babel secara keseluruhan selama 2 (dua) pekan berada di Bangka. Mulai dari keindahan wisata alamnya seperti pantai dan hutan yang masih banyak hingga budaya yang ramah khas Indonesia juga ada di Babel. “Pantainya bagus, siswa bahkan masyarakatnya ramah, bahkan buah-buahan khas Bangka sangat manis-manis,” ungkap Jesika, Anggota AIESEC asal Negara China saat dimintai pendapatnya dalam rangkaian acara tanya jawab.

Nihlatin Nisa selaku Kepala SMAN 1 Merawang tidak menyangka AIESEC memilih sekolah ini menjadi salah satu kunjungannya, mengingat sekolah ini tergolong sekolah pinggiran, belum menjadi sekolah favorit, bahkan standarnya pun masih biasa-biasa saja. Dengan kunjungan ini diharap bisa memicu minat para siswa untuk maju dan mengenal organisasi tingkat dunia seperti AIESEC ini.

“Saya berharap siswa disini lebih termotivasi, terutama untuk menguasai bahasa asing karena ini adalah kunci untuk maju,” harapnya.

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
nonadp
Fotografer: 
nonadp