Peserta Diklat Orientasi Kunjungi BBG

Pangkalpinang – Sebanyak 25 bupati, walikota Peserta Diklat Orientasi Kepemimpinan dan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah bagi Bupati/Walikota dan Wakil Bupati/walikota angkatan kedua Tahun 2013 mengunjungi Bangka Botanical Garden (BBG), Minggu (14/4/2013). Kunjungan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk menggali informasi pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan di daerah.

Kedatangan rombongan ini secara langsung disambut Marthin, Manager Area BBG. Di hadapan rombongan Martin menjelaskan mengenai sejarah dan fasilitas yang terdapat di BBG. Bangka Botanical Garden dibangun bulan Maret tahun 2007, dan sebagai penggagas yaitu Johan Riduan Hasan.

“Berawal dari keinginan untuk menciptakan nilai tambah bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terutama di Kota Pangkalpinang, lalu tercetus keinginan menciptakan daerah rawa-rawa agar menjadi lebih baik dan dapat dimanfaatkan sebaik baiknya,” ujar Marthin.

Lebih jauh ia menjelaskan, hal ini bermula dari kelompok kecil yang terdiri dari para siswa sekolah, mahasiswa, kemudian semakin berkembang hingga sekarang. Bangka Botanical Garden sebenarnya dipersiapkan untuk anak sekolah, sebagai sarana pendidikan sekaligus sebagai tujuan pariwisata.

Mengenai peternakan sapi perah yang ada di BBG, kata Marthin, sekarang sudah sebanyak 500 hingga 700 tab susu hasil perahan disumbangkan untuk anak-anak sekolah. Tak hanya itu, di BBG juga terdapat pengelolaan budidaya ikan nila. Bibit ikan yang ada selanjutnya disalurkan kepada petambak yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Kita sengaja melakukan pembibitan ikan nilai. Ini dikarenakan daya tahan hidup ikan nila lebih kuat jika dibandingkan dengan ikan lele. Sebab kandungan air di lokasi BBG terkadang masuk air laut, untuk itu budidaya ikan nila merah dirasa lebih tepat,” ungkapnya.

Di lokasi BBG juga terdapat budidaya tanaman buah naga, dan pengelolaan kompos. Ia menambahkan, hingga kini lahan yang terdapat di BBG terus dikelola dengan cara dibajak dan terus menerus diberi kompos agar bisa dimanfaatkan masyarakat maupun petani yang mau bercocok tanam di BBG.

“Sejumlah petani yang ada akan dibina,” tegasnya.

Setelah mendengarkan penjelasan dari manager area BBG, peserta diklat kemudian melanjutkan perjalanan ke pengrajin kain tenun cual yang berada di Selindung Pangkalpinang dan berkunjung ke Museum PT Timah.(adits/an)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Adit | An