Petani dan Pelaku Usaha Hadiri Sosialisasi Sertifikasi Pangan

PANGKALPINANG– Keamanan pangan telah menjadi satu persyaratan mutlak dalam perdagangan produk pangan. Penyedian bahan pangan dan hasil pertanian yang cukup disertai terjaminnya keamanan, mutu dan gizi pangan yang dikonsumsi merupakan hal mutlak dalam pemenuhan kebutuhan pangan.

Seperti halnya pada Selasa (17/4) , dalam rangka menjaga keamanan mutu bahan pangan dan hasil pertanian yang yang beredar di pasaran dan dikonsumsi masyarakat,  Dinas Pangan Babel  memberikan sosialisasi kepada para petani dan pelaku usaha pangan segar terkait keamanan pangan dan hasil budidaya bahan pertanian.

“Kami mengundang para petani dan para pelaku usaha pangan segar hari ini untuk dibina tentang bagaimana ketentuan standar pangan yang aman agar tujuannya komoditas bahan pangan yang diproduksi oleh petani yang ada di Bangka Belitung ini aman dikonsumsi," ujar Kepala Dinas Pangan Babel, Ahmad Damiri.

Satu upaya dalam menciptakan keamanan pangan khususnya dalam mencegah pangan dari kemungkinan cemaran mikrobiologis, kimia serta benda-benda lain yang terkandung dalam bahan pangan diungkapkan Ahmad Damiri  adalah dengan melakukan sertifikat prima atas komoditas bahan pangan dan hasil budidaya pertanian.

“Pemberian sertifikat prima ini sebagai tanda bahwa bahan pangan dan komoditi bahan pertanian yang beredar dan dijual dipasaran ini aman dan layak untuk dikonsumsi dan masuk pasaran," ungkap Ahmad Damiri.

Lebih jauh Ahmad Damiri menjelaskan bahwa sertifikat prima merupakan proses pemberian sertifikat sistem budidaya produk yang dihasilkan setelah melalui pemeriksaan, pengujian, dan pengawasan serta memenuhi semua persyaratan untuk mendapatkan label produk prima.

Selain sebagai tanda jaminan keamanan dan mutu, pemberian sertifikat prima atas produk hasil pertanian dan bahan pangan dijelaskan Ahmad Damiri sekaligus dalam rangka membantu meningkatkan nilai tambah hasil produk pertanian lokal dan daya saing produk.

“Pemberian sertifikat prima hasil produksi petani ini juga diarahkan bagaimana dengan adanya sertifikat ini para petani dapat menjual produk hasil pertaniannya masuk pada pasar modern yang memang satu persyaratannya itu bahan-bahan pangan komoditas pertanian ini harus melalui proses uji mutu yang mana jika setelah melalui proses pengujian dianggap aman maka akan diterbitkan sertifikat prima," papar Ahmad Damiri.

Pada pertemuan tersebut, para petani dan pelaku usaha komoditas bahan pertanian juga mendapatkan arahan terkait tata cara pengajuan sertifikat prima sekaligus ketentuan dan tata cara untuk menjadi suplier bagi Pasar Modern Hypermart yang siang itu turut memberikan sosialisasi mengenai potensi dan peluang dari produksi hasil pertanian lokal.

Bbeberapa tahun lalu kami dari pihak Hypermart pernah memasok hasil pertanian buah nanas sebanyak beberapa ton dari Bangka Belitung dan beberapa komoditas hasil pertanian lain juga kami butuh dari lokal seperti kami juga butuh pasokan buah naga, semangka jadi ini sangat potensial sekali, dan tentunya untuk memasukan pasokan komoditas pertanian tersebut memiliki beberapa persyaratan  selain tentunya harus ada sertifikat prima, juga terkait kebersihan, pengemasannya dan juga terkait storage (tempat penyimpanan) dari bahan pangan itu,"  tutur Yansen perwakilan dari Hypermart.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Stevani
Fotografer: 
Stevani/Istimewa
Editor: 
Irwanto