PLN Janji Bangun PLTG 100 MW

Terentang – Rencananya PLN akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG). Pembangunan PLTG berkapasitas 100 MW tersebut mengambil tempat di Kabupaten Bangka Barat. Tahun 2018 nanti ditargetkan PLTG  ini sudah beroperasi dengan memikul beban puncak empat hingga lima jam per hari.

“Tahun 2018, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan memiliki pembangkit listrik menggunakan gas berkekuatan 100 MW,” kata Nasri Sebayang Direktur Kontruksi PT PLN, usai peresmian penarikan  pertama jaringan transmisi (stringing) 150 kV, di Desa Terentang, Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (2/4/2018).

Sekarang pembangunan PLTG sedang dalam proses lelang. Lebih jauh ia mengatakan, pembangunan pembangkit listrik ini untuk memenuhi kebutuhan listrik di Babel yang sangat besar sekali. Pertimbangan menggunakan PLTG dikarenakan bisa beroperasi empat hingga lima jam per hari. Sementara untuk tenaga uap tidak bisa, sebab harus beroperasi secara terus menerus tanpa berhenti.

“Lima hingga sepuluh tahun ke depan, beban puncak kebutuhan listrik  terus bertambah hingga 230 MW. Pertumbuhan tenaga listrik sangat besar sekali pada tahun 2019,” prediksi Nasri.

Inovasi terus dilakukan PLN. Ia menambahkan, pembangunan pembangkit tenaga listrik baru dilakukan agar kebutuhan tenaga listrik tersedia dengan baik. Tak hanya itu, sebab untuk mendukung keberadaan pembangkit, selanjutnya PLN membangun transmisi bertenaga tinggi 150.000 volt atau 150 kV.

Selain melakukan pembangunan PLTG, kemudian PLN juga akan membangun PLTU batubara. Menurutnya, pembangunan ini dilakukan dekat jaringan yang sudah ada. Mengenai lokasi pembangunan direncanakan dekat daerah pantai. Terdapat dua lokasi pembangunan PLTU yang masing-masing berkekuatan 2 X 100 MW.

“Jadi ada PLTU berkapasitas sekitar 400 MW. PLN juga akan menyambung jaringan dari Pulau Sumatera ke Bangka dengan menggunakan jaringan bawah laut,” katanya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Adi Tri Saputra | Surianto
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Huzari