PLN Selenggarakan FGD Sinergi Pengembangan Investasi Babel

PANGKALPINANG - Untuk memaksimalkan kecukupan listrik di Bangka Belitung, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung melaksanakan beberapa kebijakan guna mendukung operasional PT. PLN (Persero). Antara lain,  Pemprov telah menerbitkan Keputusan Gubernur tentang pembentukan tim percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kemudian, Pemprov Babel dan Pemprov Sumsel akan membuat perjanjian kerjasama tentang pengembangan infrastruktur bidang energi terutama pembangunan kabel listrik bawah laut, pipa gas bawah laut dan PLTN. Lalu untuk persoalan perizinan, Pemprov Babel melalui Dinas penanaman modal dan pelayanan Terpadu satu pintu (DPM-PTSP) akan mempermudah proses perizinan bidang ketenagalistrikan.

Kepala DPM-PTSP, Syafitri menegaskan bahwa dalam operasional perizinan, dinasnya tidak  memungut biaya untuk perizinan bidang kelistrikan untuk memberikan pelayanan dan kemudahan operasional kelistrikan di Babel.

“DPM-PTSP tidak memungut biaya untuk perijinan bidang kelistrikan", tegasnya, saat menyampaikan paparannya di Focus Group Discussion (FGD) Sinergi Pengembangan Investasi Babel yang diadakan oleh PT. PLN (Persero), di Novotel Hotel, Selasa (4/4/2017).

Syafitri juga menyampaikan, Selain yang secara resmi dikelola oleh PLN, kebutuhan kelistrikan juga akan dikelola oleh pihak swasta. Hal ini tentunya berkaitan dengan Pemerintah, Pemerintah membutuhkan data real tentang kekurangan pasokan listrik Babel, sehingga kebutuhan akan investasi dibidang industri dapat dicarikan solusinya sehingga target kebutuhan listrik Babel dapat tercukupi bersama oleh investor dan PLN.

Bicara tentang kebutuhan kelistrikan di Babel, Syafitri mengatakan bahwa perkiraan kebutuhan listrik di Babel pada tahun 2017 hinggga 2020 dengan kemampuan PLN sebesar 20,271 MW ini sudah sangat mencukupi dengan sektor pelanggan diantaranya sektor rumah tangga, komersial, sosial publik dan industri. Pemerintah sedang mengkaji wilayah-wilayah yang sudah memiliki RTRW untuk kawasan industri, rancangannya juga telah dibahas di DPRD. Diharapkan Gubernur bisa segera menandatangani.

Pemerintah sendiri memiliki rencana kebutuhan energi listrik bagi investor diantaranya Bidang Pariwisata. Untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Tanjung Kelayang Belitung yang membutuhkan sekitar 25 MW, kemudian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pantai Rambak Bangka yang membutuhkan sekitar 40 MW.

Selain itu, Kawasan industri di Bangka membutuhkan 100 MW dan 60 MW untuk kawasan industri di Belitung. Untuk perhotelan dan restoran 80 MW, kelautan dan perikanan membutuhkan sebanyak 10 MW , perkebunan dan pertanian sebanyak 56 MW. Dengan total seluruh kebutuhan ini, kemungkinan besar akan bertambah jika sudah banyak investor yang datang.

Kendala utama untuk menarik investor di Babel adalah masalah kelistrikan. Namun setelah diketahui ketersediaan energi listrik dari PLN dan peluang investasi swasta telah terbuka untuk pengadaan energi listrik, ditambah lagi DPM-PTSP juga memberikan beberapa kemudahan selain dalam hal perizinan juga investasi, pemberian insentif, kepastian hukum dan jaminan keamanan berinvestasi diharapkan mampu menarik investor dari berbagai sektor, sehingga mampu meningkatkan perekonomian di Babel.

“Beberpa investor asing seperti malaysia, Taiwan, Thailand dan lainnya, kami telah menjanjikan jaminan listrik, kenyamanan investasi dan keamanannya untuk wilayah KEK”, ungkap Syafitri.

Hal ini dibenarkan oleh General Manager PT.PLN (Persero) Susiana Mutia, bahwa penting bagi PLN yang tidak bisa dipisahkan dari wilayah Babel untuk pengembangan kelistrikan ini. Dengan FGD ini PLN mengajak seluruh peserta yang hadir untuk bersama-sama menggerakkan perekonomian Babel. PLN juga akan menyampaikan bahwa kondisi kelistrikan Babel saat ini sejak bulan Oktober , November dan Desember 2016, PLN sudah memiliki tambahan kapasitas. Yang sebelumnya antara daya yang harus disediakan dan daya yang harus ada pada saat pemadaman lampu belum berimbang.

PLN saat ini sudah mampu melakukan penyambungan bagi pasang baru maupun tambahan daya. Jadi untuk rumah tangga, bisnis, industri sudah siap untuk membantu pembangunan infrastruktur. Dan tentu saja PLN sangat berharap untuk semua sama-sama bersinergi agar PLN juga mengerti bagaimana perkembangan jangka pendek dan jangka panjang pembangunan di wilayah Babel.

Beberapa rencana PLN untuk mencukupi kebutuhan tersebut, disampaikan Susiana Mutia, bahwa di Tahun 2018 pembangunan pembangkit di Muntok, Manggar dan Belitung. Menyusul di Tahun 2019 akan masuk pembangkit di Koba.

Kepala Divisi Niaga PT.PLN (Persero), Benny Marbun mengatakan, saat ini PLN secara Nasional meminta kepada seluruh Unit untuk menindaklanjuti apa yang diminta oleh pemerintah khususnya Presiden untuk membantu pergerakan perekonomian yang salah satu diantaranya adalah ketersediaan listrik.

PLN wilayah Babel, menyikapi dengan cukup baik. Dari sisi kecukupan daya, sistem di Bangka maupun Belitung punya cadangan 30-40 MW. Sehingga dari sisi bisnis, PLN di Babel memiiki cadangan yang siap untuk digunakan jika ada permintaan sambungan baru dan penambahan daya.

“Situasi ini sangat berbeda dengan tahun-tahun lalu, dimana betapa sulitnya permintaan penambahan daya apalagi pemasangan baru. Permintaan banyak tetapi tidak bisa dipenuhi”, ungkap Benny Marbun

PLN secara Nasional sudah memerintahkan kepada seluruh Unit untuk melakukan pertemuan seperti ini, selain itu juga persaingan bisnis sebab boleh jadi keinginannya terhadap listrik berbeda-beda.

“Kebutuhan masyarakat dunia bisnis di Babel, silahkan berkomunikasi dengan PLN disini. GM di Babel akan menghubungi kami di pusat”, tegasnya.

Selain itu, PLN juga akan menyiapkan informasi tertulis yang bisa dibagikan kepada pelaku bisnis tentang bagaimana kesiapan PLN hingga 5 tahun mendatang. Informasi ini nantinya berisi bagaimana prosedurnya, biaya, siapa yang dihubungi, teknisi hingga siapa pemasang instalasi nya.

“Diharapkan bapak/ ibu disini bisa menjadi perpanjangan informasi kami kepada para investor.” ungkapnya. Sebab ini bukan hanya kepentingan PLN tetapi juga kesejahteraan masyarakat karena ini akan berdampak untuk perekonomian di Daerah.

Kemudahan demi kemudahan juga dilakukan oleh pihak PLN diantaranya, untuk tambah daya pelaku bisnis dan industri tidak perlu lagi membayar biaya penyambungan dimuka, jika belum menggunakan sistem prabayar, cukup membayar jaminan pelanggan saja, biaya penyambungan bisa diangsur selama 24 bulan.

Harapannya bisnis yang menggerakkan perekonomian yang dilakukan oleh pemodal atau pengusaha untuk membantu roda perekonomian bergerak, menyerap tenaga kerja dan bisnis berjalan.

Seluruh jajaran PLN berharap, pertemuan seperti ini bukan pertemuan pertama dan terakir, PLN siap diundang jika ada pertemuan-pertemuan terkait ketersediaan listrik. PLN pun berharap Babel bisa maju kencang, perputaran uangnya tinggi sehingga berdampak juga secara bisnis terhadap BI dan pajak daerah meningkat tinggi.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
nonadp
Fotografer: 
nonadp
Editor: 
Suci Lestari