PLUT Koperasi UMKM Didukung Tujuh Konsultan

Bangka Tengah – Sebanyak tujuh konsultan mendukung beroperasinya Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Konsultan tersebut bekerja untuk meningkatkan produksi, pemasaran dan akses pembiayaan serta melakukan peningkatan, pengembangan sumber daya manusia di bidang UMKM.

Demikian dikatakan Hasanudin Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat acara Peresmian Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu dan Kampung UKM Digital Pusat Layanan Usaha Terpadu KUMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (6/12/2016).

Sebagaimana diketahui, gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) telah dibangun sejak tahun 2014 menggunakan anggaran belanja negara. Selanjutnya penempatan gudung dilakukan sejak tahun 2015. Saat ini status gedung dalam proses hibah dari pemerintah pusat kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Lebih jauh Hasanudin menjelaskan, keberadaan konsultan di PLUT Koperasi dan UMKM juga diperuntukan memperkuat kelembagaan UKMK di Bangka Belitung. Diharapkan PLUT ini mempunyai mitra yang dapat mengembangkan kreativitas pelaku UMKM, sehingga pelaku UMKM dapat bersaing dalam melakukan pemasaran produk.

Pemasaran produk hendaknya tidak hanya dilakukan di tingkat lokal. Hasanudin mengatakan, kemampuan pemasaran produk UMKM harus bisa menembus tingkat nasional maupun manca negara. Langkah dan upaya itu diperlukan guna menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sementara ini PLUT telah melakukan kerja sama dengan PT Telkom Bangka Belitung.

“Kita membuat kampung UKM digital. Ini sangat penting untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen. Kompetisi dilakukan agar bisa merebut pasar, sehingga pelaku UMKM di Bangka Belitung harus pandai memahami teknologi,” harapnya.

Sekarang konsumen sudah melakukan transaksi menggunakan smartphone. Ia menambahkan, ketika konsumen ingin membeli kebutuhan tidak perlu mendatangi tempat atau lokasi pemasaran. Pasalnya transaksi jual beli sudah bisa diproses menggunakan smartphone. Kondisi ini sebaiknya dimanfaatkan pelaku UMKM untuk menjual produk.

“Ini menjadi harapan kita. Sumber daya manusia harus terus ditingkatkan agar pelaku UMKM di Bangka Belitung dapat memasarkan produk secara online,” ungkapnya. 

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Rizky Fitrajaya/Huzari
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra