Program Bantuan Berhasil Tekan Angka Kemiskinan

Pangkalpinang – Sejumlah program penanggulangan kemiskinan dinilai berhasil menekan angka masyarakat miskin. Terdapat beberapa program dijalankan pemerintah di antaranya, Program Simpanan Keluarga Sejahtera ( PSKS), Program Bantuan Siswa Miskin (BSM), Program Indonesia Pintar (PIP), Program subsidi beras bagi masyarakat berpendapatan rendah (Raskin).

Herum Fajarwati Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, Basis Data Terpadu (BDT) telah digunakan sebagai dasar penetapan sasaran program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan dalam skala nasional maupun daerah. BPS ingin mempertajam ketepatan sasaran untuk meminimalkan kekurang akuratan penetapan sasaran rumah tangga miskin yang belum terdata.

“BDT merupakan sistem data elektronik berisi nama, alamat, nomor induk kependudukan (NIK) dan keterangan dasar sosial ekonomi rumah tangga dan individu dari sekitar 25 juta rumah tangga di Indonesia,” jelasnya  saat Rakor Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) dalam Rangka Sosialisasi Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) guna Menyempurnakan dan Memutakhirkan Informasi Rumah Tangga dan Individu yang Terdapat dalam Basis Data Terpadu (BDT), di lantai III Kantor Gubernur, Selasa, (19/5/2015).

Tahapan-tahapan yang akan dilakukan BPS dalam keakuratan data membentuk Forum Konsultasi Publik (FKP). Menurutnya, pertemuan antara masyarakat, pemerintah desa/kelurahan dengan difasilitasi pendamping independen (fasilitator) untuk memutakhirkan informasi daftar awal. Kriteria rumah tangga yang dapat diusulkan masuk ke dalam pemutakhiran basis data terpadu yakni anggota rumah tangga (ART) dengan keterbatasan fisik/mental/cacat.

“Kriteria lain ART dengan penyakit kronis/menahun, beban ketergantungan tinggi, dan dinilai sangat miskin oleh masyarakat setempat,” ungkapnya.

Sedangkan pemutakhiran informasi rumah tangga dilakukan petugas lokal terlatih terkait dengan keterangan perumahan, sosial ekonomi anggota rumah tangga, kepemilikan aset dan kepesertaan program. Ia mengatakan, teknik yang dilakukan dalam verifikasi dan validasi data adalah sensus, seluruh rumah tangga miskin pemegang kartu perlindungan sosial (KPS) atau kartu keluarga sejahtera (KKS).

Pemutakhiran basis data terpadu pada tahun 2015 dalam skala nasional mencakup 34 provinsi terdata 25,2 juta rumah tangga sasaran (berdasarkan PPLS 2011). Selain itu, jelasnya, ditambah 2,8 juta RTS/individu (program) yaitu terdapat 511 kabupaten/kota, 7.075 kecamatan, 82.196 kelurahan/desa dan 335.609 SLS/RT/RW. Sedangkan untuk skala Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terdapat 94.412 RTS (Gabungan PPLS 2011 dan program) terdiri dari 47 kecamatan, 387 kelurahan dan 1.299 SLS.

Roni Rachman Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengungkapkan, dalam rangka mengentaskan kemiskinan, target data dalam verifikasi dan validasi database kemiskinan adalah data rumah tangga pemegang kartu perlindungan sosial (KPS) atau kartu keluarga sejahtera (KKS). Tahapan pelaksanaan program dilakukan Dinkessos di antaranya mengadakan pertemuan koordinasi internal, lintas sektor dan nasional.

“Kita juga menentukan target data dan metodologi, memberikan pembekalan bagi petugas Dinsos kabupaten/kota di enam BBPPKS,” jelasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Reni
Fotografer: 
Karina
Editor: 
Huzari