Program Integrasi Asimilasi WBP, Gubernur Erzaldi: Ini Menjadi Ladang Ibadah

PANGKALPINANG -- Sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkoba melakukan pembangunan masjid SMA 2 Pangkalpinang. Program Integrasi Asimilasi WBP ini diharapkan dapat menjadi ladang ibadah, dengan harapan dapat menjauhkan warga binaan kembali terjerat kasus penyalahgunaan narkoba.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengatakan, pembinaan masyarakat yang terjerat kasus narkoba menjadi tanggung jawab semua pihak. Warga binaan harus dirangkul, sehingga tidak terjerat persoalan serupa setelah menjalani pembinaan di lembaga permasyarakatan.

"Program ini menjadi ladang ibadah. Pendanaan kegiatan ini bukan dari APBD, tapi bantuan semua pihak. Membangun masjid bertujuan agar hati kita terkelola," kata Gubernur Erzaldi sebelum Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid SMA 2 Pangkalpinang, Selasa (10/7/2018).

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi daerah pertama dilaksanakannya Program Integrasi Asimilasi Bhakti kepada Negeri Merah Putih Narapidana. Hal ini berkat kepedulian Gubernur Erzaldi terhadap masa depan warga binaan di Lapas Narkoba Pangkalpinang.

Tak menutup kemungkinan akan ada lagi program lain setelah ini. Gubernur Erzaldi mengatakan, jika warga binaan ingin dibina, maka pemerintah berupaya membantu melakukan pembinaan. Jangan sampai setelah selesai menjalani pembinaan, kemudian kembali terjerat kasus serupa.

Sebab sekarang ini masih sering ditemui, mantan warga binaan kembali menjalani pembinaan di lapas. Gubernur Erzaldi menambahkan, selain itu setelah keluar lapas kerapkali termenung. Untuk itu perlu pembinaan seperti mendatangkan da'i ke lapas mengajak warga binaan menghafal Alquran.

"Bimbing untuk menghafal Alquran dan saya pernah bertemu tiga orang mantan warga binaan di masjid saat Salat Subuh. Berikan mereka kegiatan untuk mengalihkan perhatian, agar mereka tidak berpikir macam-macam," kata Gubernur Erzaldi.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari